Tenun dan Produk Pangan Lokal Alor Dinilai Mampu Bersaing Secara Nasional

  • 18 Mei 2026 07:29 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Alor- Dinas Perindustrian Kabupaten Alor terus mendorong penguatan industri lokal berbasis potensi daerah agar mampu bersaing dengan produk dari luar daerah. Selain fokus pada pengembangan tenun khas Alor, pemerintah juga memberi perhatian terhadap produk makanan lokal, hasil olahan pangan, hingga kerajinan masyarakat.

Kabid Perencanaan Pembangunan Industri Dinas Perindustrian Kabupaten Alor, Dathenus Moleda Bani, mengatakan Kabupaten Alor memiliki beragam sentra tenun yang tersebar di sejumlah wilayah dengan ciri khas dan motif berbeda. Tenun ikat berkembang di wilayah Umapura, Kecamatan Alor Barat Laut dan Pantar Barat, sementara songket tersebar di Batu Lolong, Abui, Wuih, Kuih hingga Kolana.

Menurutnya, pemerintah daerah juga telah memiliki Indikasi Geografis (IG) sebagai bentuk perlindungan hak kekayaan intelektual terhadap produk tenun Alor. Namun, pihaknya masih terus melakukan pembinaan agar para pelaku usaha mencantumkan identitas indikasi geografis pada setiap hasil produksi mereka.

“Kita memang sudah punya IG atau hak kekayaan intelektual tentang indikasi geografis. Sekarang kami sementara menekan bagaimana para pengguna indikasi tersebut untuk dicantumkan pada hasil produksi mereka, karena selama ini tenun Alor masih dijual bebas tanpa identitas khusus,” ujarnya. Sabtu , 16 Mei 2026.

Selain tenun, Dinas Perindustrian juga menilai produk makanan lokal Alor memiliki potensi besar untuk bersaing dengan daerah lain. Beberapa produk seperti keripik, jagung titi, pisang lokal dan hasil olahan pangan lainnya dinilai memiliki cita rasa khas yang berbeda dibandingkan produk serupa dari luar daerah.

“Kami punya pengalaman dengan pisang Alor. Memang belum ada hasil penelitian, tetapi menurut orang rasanya berbeda dengan daerah lain. Dari segi rasa dan teksturnya memang agak lain, itu berdasarkan testimoni dari konsumen yang pernah memesan,” kata Dathenus.

Meski memiliki potensi besar, ia mengakui masih terdapat sejumlah kendala yang dihadapi pelaku IKM, terutama terkait legalitas produk, pengemasan, hingga izin halal. Karena itu, Dinas Perindustrian terus berkolaborasi dengan instansi terkait seperti Dinas Kesehatan dan BPOM untuk melakukan pembinaan terhadap pelaku usaha makanan lokal di Kabupaten Alor.

Selain pembinaan teknis, pemerintah daerah juga memberikan pelatihan pengelolaan keuangan bagi kelompok usaha agar para pelaku IKM mampu mengatur modal dan menjalankan usaha secara berkelanjutan. Dinas Perindustrian berharap melalui pembinaan berkelanjutan dan dukungan semua pihak, produk lokal Alor dapat semakin berkembang dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....