Pentingnya Pendidikan Karakter Dinilai Jadi Kunci Cegah Konflik Remaja di Alor

  • 17 Mei 2026 23:58 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Alor - Tokoh Akademik Alor, Dr. Abdullah R.S., menilai pendidikan karakter dan penguatan moral menjadi faktor utama dalam mencegah konflik sosial di kalangan remaja. Menurutnya, berbagai kasus yang melibatkan anak muda belakangan ini tidak bisa dilepaskan dari pengaruh lingkungan, lemahnya kontrol sosial, hingga penggunaan media sosial yang berlebihan.

Dr. Abdullah mengatakan, generasi muda saat ini menghadapi tantangan besar akibat perkembangan teknologi yang tidak diimbangi dengan pengawasan dan pembinaan karakter yang kuat. Ia menegaskan bahwa nilai seseorang bukan hanya dilihat dari penampilan luar, tetapi dari ilmu dan akhlaknya.

“Bukan styling-nya saja, bukan casing-nya, tetapi yang disebut indah dan bagus adalah orang yang berilmu, berakhlak, dan berbudi pekerti. Konteks kita di Alor ini sebenarnya ‘kita dengan kita’. Jadi kenapa harus ada permusuhan dan kasus di antara kalangan remaja kita,” ujar Dr. Abdullah. Jumat, 15 Mei 2026.

Ia menjelaskan, lembaga pendidikan yang seharusnya menjadi tempat pembentukan karakter belum sepenuhnya mampu menjawab tantangan zaman. Salah satu faktor yang paling mempengaruhi perilaku remaja saat ini, menurutnya, adalah penggunaan media sosial yang tidak terkontrol.

“Penggunaan gadget atau handphone yang marak di kalangan anak-anak kita, kalau tidak dikontrol oleh orang tua dan oleh kita semua, maka mereka bisa kebablasan. Karakter anak bisa terbentuk dari penggunaan media sosial yang berlebihan. Apa yang mereka lihat di media sosial sering kali ditiru tanpa memahami dampaknya,” katanya.

Selain pendidikan di sekolah dan keluarga, Dr. Abdullah juga menyoroti pentingnya kontrol sosial di lingkungan masyarakat. Ia menilai peran orang tua dan masyarakat dalam mengawasi aktivitas remaja masih belum maksimal, terutama terhadap kebiasaan berkumpul hingga larut malam tanpa pengawasan.

Menurutnya, upaya penyelesaian konflik seperti deklarasi damai, mediasi, hingga perdamaian adat memang penting dan sudah sering dilakukan. Namun ia menegaskan, penyelesaian jangka panjang tetap harus dimulai dari penguatan emosional, spiritual, serta pembentukan karakter generasi muda agar tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal negatif di lingkungan sekitar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....