Lima Langkah Strategis Kemenag Alor Perkuat Pendidikan Madrasah Berkarakter
- 15 Jun 2026 14:29 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Alor - Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Kabupaten Alor, Mansur Bakri Samah, menekankan pentingnya penguatan pendidikan karakter di lingkungan madrasah dalam menghadapi tantangan sosial yang kian kompleks. Hal itu ia sampaikan saat memberikan arahan dalam kegiatan Penguatan Kelembagaan bertema “Siapkan Generasi Madrasah yang Berakhlak dan Berkarakter”, Kamis, 11 Juni 2026, di Ruang Koperasi MAN Alor.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Seksi Pendidikan Islam Kemenag Alor, Hadi Abdul Aziz Kammis, serta Pengawas Madrasah Tingkat MA, Israfil Iho. Kehadiran unsur pimpinan dan pengawas pendidikan itu menjadi bagian dari konsolidasi internal untuk memperkuat arah kebijakan pendidikan madrasah di daerah.
Dalam arahannya, Mansur mengungkapkan adanya pembahasan bersama Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur terkait meningkatnya kasus tawuran pelajar di Kabupaten Alor. Menurut dia, fenomena tersebut tidak bisa dipandang sebagai persoalan biasa karena menyangkut pembentukan karakter generasi muda.
Ia menilai, penyelesaian persoalan tersebut tidak dapat hanya dibebankan kepada sekolah. Diperlukan keterlibatan keluarga, lingkungan sosial, serta penguatan nilai keagamaan yang berjalan secara bersamaan dan berkelanjutan.
Untuk itu, Kemenag Alor mendorong lima langkah strategis dalam penguatan pendidikan madrasah. Pertama, menjadikan orang tua sebagai madrasah pertama bagi anak dalam pembentukan akhlak dan kebiasaan dasar.
Kedua, penguatan pendidikan karakter di madrasah melalui pembiasaan nilai akhlakul karimah serta penguatan konsep Islam rahmatan lil ‘alamin yang menjadi dasar pembinaan peserta didik. Ketiga, memperluas peran lingkungan sosial sebagai pengawas sekaligus pendukung pembentukan karakter anak.
Keempat, penguatan aturan internal madrasah yang tidak hanya berfokus pada penegakan disiplin, tetapi juga memberikan apresiasi terhadap perilaku positif peserta didik sebagai bagian dari pembinaan karakter. Kelima, pemanfaatan dakwah digital untuk memperluas jangkauan edukasi moral dan keagamaan di tengah perkembangan teknologi informasi. “Pembentukan karakter tidak bisa dilakukan secara instan. Ini membutuhkan kerja bersama antara keluarga, madrasah, masyarakat, dan pemanfaatan teknologi secara bijak,” kata Mansur Bakri Samah.
Kegiatan tersebut juga menjadi momen khusus bagi jajaran Kemenag Alor, karena bertepatan dengan masa akhir pengabdian Mansur Bakri Samah sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) yang akan memasuki purna tugas pada akhir Juni 2026. Suasana hangat dan haru mewarnai jalannya kegiatan, di tengah apresiasi atas pengabdian yang telah ia berikan selama ini.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....