Topografi Alor Jadi Tantangan Pembangunan Rumah Layak Huni
- 07 Mei 2026 13:20 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Atambua - Kondisi Topografi Kabupaten Alor yang berbukit dan tersebar di wilayah kepulauan menjadi tantangan tersendiri dalam pelaksanaan program rumah layak huni. Tingginya biaya distribusi material membuat pembangunan rumah membutuhkan anggaran yang lebih besar.
Kepada rri.co.id, Kamis 7 Mei 2026 Kepala Dinas Perumahan, Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Alor, Dominikus Salmau, ST, M.A.P mengatakan, akses menuju sejumlah wilayah masih cukup sulit sehingga mempengaruhi biaya pembangunan rumah bagi masyarakat penerima bantuan.
“Dengan kondisi geografis yang berbukit dan kepulauan, biaya material menjadi tinggi, baik bahan lokal maupun bahan dari luar,” katanya
Menurutnya, tidak hanya bahan bangunan dari luar daerah yang mahal, namun material lokal seperti pasir dan batu juga membutuhkan biaya angkut yang cukup besar karena harus didatangkan dari lokasi tertentu.
Katanya, meski dihadapkan pada keterbatasan anggaran dan kondisi wilayah yang sulit dijangkau, pemerintah daerah tetap berupaya menjalankan program bantuan rumah secara bertahap bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Dengan kondisi topografi kami yang kepulauan ini memang anggaran yang diberikan belum sepenuhnya mencukupi untuk pembangunan rumah,” tuturnya.
Dia menambahkan keterlibatan masyarakat sangat membantu proses pembangunan rumah layak huni. Warga bersama kelompok kerja ikut terlibat langsung dalam pengerjaan rumah sehingga program dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....