Pembatasan Media Sosial Anak di Bawah 16 Tahun Dinilai Positif
- 30 Apr 2026 17:41 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Alor – Kebijakan pemerintah terkait pembatasan penggunaan media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun mendapat respons positif dari dunia pendidikan di Kabupaten Alor. Hal ini disampaikan oleh Pengawas Sekolah Dikmen Kabupaten Alor, Nikodemus I. Malua.
Menurutnya, kebijakan yang dikeluarkan Kementerian Komunikasi dan Digital sejak 28 Maret 2026 tersebut dinilai sejalan dengan kebutuhan perlindungan anak di era digital. Terlebih, platform seperti Facebook dan TikTok masih menjadi media yang paling banyak diakses oleh anak-anak di wilayah Alor.
Nikodemus menilai, penggunaan media sosial pada usia dini memiliki dampak signifikan terhadap perkembangan anak, terutama dari sisi kognitif dan mental. Ia menegaskan bahwa banyak anak belum memiliki kesiapan yang cukup dalam menyaring informasi maupun mengendalikan diri saat berinteraksi di ruang digital.
“Keputusan pemerintah lewat PP Tunas ini sesuatu yang positif, sangat positif bagi dunia pendidikan. Karena kita tahu bersama bahwa anak-anak atau remaja di bawah 16 tahun itu sebenarnya belum kuat secara kognitif maupun mental dalam menggunakan media sosial,” ujarnya. Rabu, 29 April 2026.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa fakta di lapangan menunjukkan anak-anak kerap terdistraksi oleh media sosial, baik saat belajar maupun dalam aktivitas sehari-hari. Bahkan, interaksi di platform digital kerap memicu konflik akibat saling sindir, komentar negatif, hingga perundungan.
“Kadang mereka dengan menggunakan Facebook atau TikTok saling sindir, bisa saling komentar dan itu bisa menjadi bibit konflik. Itu yang terjadi dan banyak ditemui, termasuk ujaran kebencian, bullying, hingga ancaman yang berdampak pada kesehatan mental anak,” jelasnya.
Dalam upaya mengatasi persoalan tersebut, Nikodemus menekankan pentingnya peran orang tua sebagai pengawas utama di lingkungan keluarga. Ia menyebutkan bahwa pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga membutuhkan kolaborasi antara orang tua, sekolah, dan masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....