Kolaborasi Sekolah dan Orang Tua Kunci Penguatan Karakter Siswa di Alor

  • 30 Apr 2026 11:25 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Alor - Penguatan pendidikan karakter berbasis nilai keagamaan di Kabupaten Alor terus diperkuat melalui kolaborasi antara sekolah, masyarakat, dan pemerintah. Kepala Seksi Pendidikan Islam (Kasi Pendis) Kemenag Alor, Hadi Abdul Aziz Kammis, menekankan bahwa keterlibatan lingkungan sekitar sangat penting dalam membentuk karakter peserta didik, terutama dalam hal kedisiplinan dan perilaku sosial.

Menurutnya, sinergi antara sekolah dan masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pembinaan karakter. Peran tokoh masyarakat, orang tua, serta pemuda dinilai mampu memberikan pengawasan sekaligus pembinaan langsung kepada anak-anak di luar lingkungan sekolah.

“Yang harus dilakukan oleh sekolah adalah membangun kolaborasi dengan masyarakat. Dengan adanya kolaborasi, ada peran sekolah di dalam lingkungan dan ada peran masyarakat di luar lingkungan, dan ini cukup efektif untuk pengembangan karakter anak,” ujar Hadi. Rabu, 29 April 2026.

Selain itu, Kemenag Alor juga menyiapkan strategi untuk menghadapi dampak negatif era digital melalui program tata kelola digital. Program ini mendorong sekolah untuk tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga sebagai produsen konten yang edukatif dan berkarakter.

Hadi menjelaskan bahwa sekolah, guru, bahkan siswa perlu aktif menciptakan konten-konten positif sebagai penyeimbang arus informasi di media digital. Langkah ini dinilai penting agar peserta didik tidak terpengaruh oleh konten yang bertentangan dengan nilai-nilai budaya dan keagamaan.

“Sekolah harus menyiapkan konten-konten edukatif dan bernilai positif, sehingga siswa tidak mencari ruang sendiri di dunia digital tanpa arah. Ini menjadi tanggung jawab bersama, termasuk guru dan media,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa indikator keberhasilan pendidikan karakter tidak hanya dilihat dari aspek akademik, tetapi dari perubahan perilaku siswa dalam kehidupan sehari-hari. Hal tersebut meliputi kedisiplinan, kebiasaan berdoa, serta sikap sosial yang positif.

Di akhir, Hadi berpesan agar orang tua tidak sepenuhnya menyerahkan pendidikan karakter kepada sekolah. Ia menekankan pentingnya komunikasi dan kerja sama antara orang tua dan guru sebagai fondasi utama dalam membentuk karakter anak yang kuat di tengah tantangan zaman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....