Kemenag Alor Perkuat Pendidikan Karakter Berbasis Nilai Keagamaan di Sekolah
- 30 Apr 2026 10:55 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Alor - Penguatan pendidikan karakter berbasis nilai keagamaan menjadi fokus utama Kementerian Agama Kabupaten Alor dalam menjawab tantangan perkembangan zaman. Kepala Seksi Pendidikan Islam (Kasi Pendis) Kemenag Alor, Hadi Abdul Aziz Kammis, menegaskan bahwa pendidikan karakter merupakan aspek mendasar dalam sistem pendidikan nasional yang harus terus diperkuat.
Menurutnya, landasan hukum penguatan karakter sudah jelas tertuang dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, khususnya pada Pasal 3. Dalam regulasi tersebut, pendidikan tidak hanya bertujuan mengembangkan kemampuan peserta didik, tetapi juga membentuk karakter yang berlandaskan nilai religius dan budaya bangsa.
“Tentu kalau kita kaji landasan hukumnya, Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 itu di Pasal 3 menekankan bahwa tujuan pendidikan adalah pengembangan kemampuan diri sekaligus pengembangan karakter peserta didik sebagai generasi bangsa,” ujar Hadi. Rabu, 29 April 2026.
Ia menjelaskan bahwa pengembangan karakter mencakup aspek kognitif, psikomotorik, serta keterampilan yang semuanya bermuara pada nilai-nilai religius dan budaya Indonesia. Hal ini dinilai penting untuk menjaga jati diri generasi muda di tengah arus perubahan global.
Namun demikian, Hadi mengakui bahwa tantangan terbesar saat ini datang dari pesatnya perkembangan teknologi informasi. Arus globalisasi yang masuk melalui teknologi dinilai membawa berbagai pengaruh budaya luar yang tidak selalu sejalan dengan nilai-nilai lokal dan nasional.
“Tantangan utama yang kita hadapi saat ini adalah kemajuan teknologi informasi. Ini tidak hanya berdampak pada lembaga pendidikan, tetapi juga pada orang tua dan masyarakat, karena arus globalisasi membawa budaya luar yang bisa bertentangan dengan budaya kita,” jelasnya.
Sebagai langkah strategis, Kementerian Agama mengimplementasikan program Kurikulum Cinta yang digagas oleh Menteri Agama Republik Indonesia. Program ini mengedepankan enam konsep utama, yakni cinta kepada Tuhan dan utusan-Nya, cinta kepada diri sendiri, cinta kepada sesama, serta cinta kepada lingkungan, bangsa, dan negara.
Selain itu, peran guru dinilai sangat krusial dalam implementasi pendidikan karakter. Guru tidak hanya bertugas mengajar, tetapi juga menjadi teladan bagi siswa dalam kehidupan sehari-hari. Pendekatan ini diyakini efektif karena anak-anak cenderung meniru apa yang mereka lihat dibandingkan apa yang mereka dengar.
Dengan berbagai strategi tersebut, Kemenag Alor berharap penguatan pendidikan karakter berbasis nilai keagamaan dapat berjalan secara optimal dan mampu membentuk generasi yang berakhlak mulia serta berdaya saing di era modern.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....