Pentingnya Perubahan Perilaku Anak Melalui Pembinaan Berkelanjutan

  • 29 Agt 2026 07:43 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Alor - Kelompok Belajar Desa Fanating tidak hanya menjadi ruang bagi anak-anak untuk meningkatkan kemampuan akademis, tetapi juga menjadi tempat pembentukan karakter dan nilai kehidupan. Mentor kelompok belajar, Maria Astuti, mengatakan perubahan perilaku menjadi salah satu perhatian utama dalam proses pembinaan anak-anak.

Menurut Maria, perkembangan anak perlu dilihat secara menyeluruh, termasuk bagaimana mereka berkomunikasi, bersosialisasi, menggunakan media sosial, serta memperlakukan orang tua dan teman. Karena itu, pembinaan tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademis maupun penambahan jumlah peserta.

Proses pembentukan karakter tersebut, kata Maria, tidak selalu berjalan mudah. Sejumlah anak terkadang harus menerima teguran ketika melakukan hal yang dinilai kurang baik, seperti dalam cara berpakaian maupun bersikap di media sosial. Teguran tersebut menjadi tantangan tersendiri karena tidak semua anak dapat menerima aturan dan nasihat dengan cara yang sama.

“Memang ada beberapa anak tantangannya itu ketika kita nasehati dalam hal berpakaian atau cara bersosial media. Akhirnya ada yang bertahan, ada juga yang undur karena merasa itu satu hidup, satu privasi. Tetapi dasar di sini adalah belajar tentang Kristus, tentang Tuhan, dan apa yang baik itu yang kita terapkan kepada anak-anak,” ujar Maria Astuti. Jumat, 28 Agustus 2026.

Ia menilai pembinaan karakter perlu dilakukan secara konsisten agar anak tidak hanya memahami apa yang benar, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan. Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat membentuk kebiasaan positif sekaligus memperbaiki hubungan anak dengan lingkungan sekitarnya.

“Saya berharap setelah pulang dari kegiatan ini mereka bisa memikirkan kembali hal-hal buruk yang sulit ditinggalkan, seperti berbohong, memukul teman, atau memaki. Mereka harus berbalik dan tidak lagi hidup dalam hal-hal yang tidak baik, tetapi menjadi berkat bagi orang lain dan lebih menghargai orang tua,” katanya.

Maria berharap anak-anak yang mengikuti kelompok belajar dapat mengalami perubahan nyata, baik dalam kemampuan akademis maupun kehidupan sosial dan spiritual. Dengan demikian, keberadaan kelompok belajar tidak hanya menghasilkan anak-anak yang lebih mampu secara pengetahuan, tetapi juga pribadi yang memiliki karakter baik, mampu menghargai sesama, dan membawa nilai positif dalam keluarga maupun masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....