Pemkab-Polres TTU Mengirim Logistik ke Flores Sebanyak Tiga Truk
- 05 Sep 2026 11:05 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Kefamenanu - Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara bersama Forkopimda kembali melepas bantuan logistik dasar jilid II bagi korban gempa Flores sebanyak 3 truk berisi sembako, tenda, pakaian seragam, air mineral, susu formula, popok bayi, pembalut wanita dan senter. Bantuan kemanusiaan itu, dilepas oleh Bupati TTU Yosep Falentinus Dellasale Kebo ditemani Wakil Bupati Kamilus Elu, Ketua DPRD Kristoforus Efi ST, Kapolres TTU AKBP Eliana Papote serta Dandim 1618/TTU Letkol Arm Bambang Heryanto di halaman kantor Bupati pada Sabtu 5 September 2026.
Bupati TTU, Yosep Falentinus Dellasale Kebo saat diwawancarai awak media menyampaikan bahwa, aksi kemanusiaan ini untuk membantu meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak bencana gempa Flores. Karena itu, Pemkab TTU dan Polres TTU serta masyarakat mengirim logistik yang mencakup kebutuhan spesifik seperti susu formula, popok, dan pembalut wanita, tenda, dan pakaian seragam karena sangat dibutuhkan masyarakat yang terdampak", ujar mantan TNI ini.
"Selaku Bupati TTU bersama Kapolres TTU telah melihat langsung kondisi masyarakat di sana terutama Kabupaten Ende dan Nagekeo. Karena itu, kita peka terhadap kebutuhan mendasar kelompok rentan di pengungsian. Kalau dikasih uang tunai semua juga kurang bagus karena mau membeli berbagai kebutuhan masyarakat di mana. Sehingga yang kita kirim adalah logistik dasar supaya membantu saudara-saudara kita yang terkena bencana gempa supaya cepat pulih", ujar Pendiri Ormas Beta Timor ini.
Untuk diketahui Pemkab TTU mengirim Mie instan sebanyak 100 dos, Terpal 25 buah, Susu dancow 14 dos/224 renteng, Popok bayi 50 pcs, Selimut 50 buah, Biskuit 40 kaleng, Air mineral 100 dos, seragam SD maupun SMP dan senter untuk penerangan pada malam hari
Sedangkan logistik dasar jilid II yang dikirim Polres TTU berupa beras SPHP sebanyak 2.050 kilogram, air mineral 200 dos, mie instan 161 dos, minyak goreng 52 dos, susu Dancow 20 dos, Biskuit 10 dos, Sabun cuci dan sabun mandi 4 dos, Popok bayi 12 dos, pembalut wanita 2 dos dan Tas sekolah serta alat tulis sebanyak 150 paket.
Bupati Falent melanjutkan bahwa bantuan kemanusiaan yang disalurkan saat ini merupakan hasil penggalangan dana yang digagas Polres, Pemkab, Kodim dan masyarakat TTU sehingga terkumpul sebanyak Rp 135 juta. Dari hasil donasi tersebut digunakan untuk membeli berbagai logistik supaya dikirim ke Flores untuk meringankan beban para korban gempa", ujar Bupati Falent.
Ia mengharapkan supaya 3 truk berisi logistik bisa tiba secepatnya di Flores terutama Kabupaten Ende, karena pada tanggal 31 Agustus lalu bantuan sembako baru diserahkan secara simbolis saja. Sedangkan bantuan bagi korban gempa di Kabupaten Nagekeo itu berupa uang tunai sebesar Rp 100 juta dan diterima langsung oleh Bupati Nagekeo.
"Bantuan logistik dasar jilid II ini nanti diarahkan ke Kabupaten Ende, karena ternyata banyak anak sekolah di daerah tersebut meminta seragam sekolah saat ia bersama Kapolres TTU berada di Ende. Selain itu, masyarakat Ende juga sangat membutuhkan tenda dan senter, sehingga kita membeli berbagai kebutuhan menyesuaikan dengan kebutuhan korban gempa Flores. Karena kalau bantuan diarahkan ke sembako semua ditakutkan menumpuk juga sehingga kita menyesuaikan dengan kondisi lapangan", ujar Bupati Falent
Sementara Kapolres TTU AKBP Eliana Papote, S.I.K.,M.M menyampaikan bahwa pihaknya akan mengirimkan semua bahan logistik ke Ende. Khusus bantuan logistik dasar jilid II akan dikirim ke Polres Ende, kemudian bantuan tersebut akan didistribusikan oleh Polres Ende yang lebih mengetauhui titik-titik bencana gempa yang belum tersentuh bantuan. Karena banyak tempat yang tertimpa Gempa Flores belum terjangkau bantuan dan Polres Ende lebih memahami lokasi-lokasi yang belum dijangkau itu supaya bantuan bisa merata", ujar mantan alumni SMA Negeri 1 Kupang ini.
"Bantuan logistik bagi korban gempa Flores tidak boleh fokus pada salah satu posko saja. Karena sangat kasian kalau bantuan hanya di salah satu Posko Bencana maka masyarakat yang lainnya tidak kebagian bantuan. Sebab saat berada di Ende ia selaku Kapolres TTU menyaksikan langsung banyak masyarakat telah kembali ke rumah mereka. Tetapi tidak masuk ke dalam rumah karena takut dengan gempa susulan sehingga masyarakat membangun posko mandiri di samping rumah mereka. Masyarakat yang kondisinya seperti ini perlu mendapat bantuan", ujar AKBP Eliana (SK).
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....