Perubahan Pola Bertani Kunci Hadapi Perubahan Iklim di TTU

  • 22 Apr 2026 13:25 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua - Perubahan iklim yang terjadi di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) tidak hanya dipengaruhi oleh faktor alam, tetapi juga aktivitas manusia, khususnya dalam praktik pertanian.

Dinas Lingkungan Hidup menilai sistem pertanian berpindah yang masih dilakukan masyarakat turut memperparah kondisi lingkungan dan mempercepat perubahan iklim di daerah tersebut.

“Sistem pertanian berpindah ini menjadi salah satu faktor yang memperparah kondisi lingkungan, karena hutan terus dibuka di lokasi yang berbeda,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup TTU, Januarius T. Selan, ST.,M.Ap kepada rri.co.id, Rabu 22 April 2026.

Januarius T. Selan, ST.,M.Ap menjelaskan, kebiasaan membuka lahan baru setiap tahun menyebabkan kerusakan hutan dan berkurangnya tutupan vegetasi, yang berdampak pada perubahan iklim lokal.

Lanjutnya, Meski belum ada data pasti mengenai besaran dampaknya, namun secara kasat mata kerusakan lingkungan tersebut dinilai berkontribusi terhadap perubahan kondisi iklim di TTU.

“Kami belum menghitung secara pasti, tetapi secara fakta di lapangan memang ada dampaknya terhadap lingkungan,” katanya. Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah mendorong masyarakat agar mulai beralih ke sistem pertanian menetap dan mengurangi praktik berpindah-pindah lahan.

Selain itu, edukasi kepada masyarakat terus dilakukan agar meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan dalam menghadapi perubahan iklim. Katanya, Kesadaran masyarakat dinilai menjadi kunci utama dalam upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim di TTU, sehingga dampaknya dapat diminimalisir secara bersama-sama.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....