Lapas Atambua Budidaya 200 Bibit Melon untuk Pembinaan Warga Binaan
- 30 Jul 2026 16:12 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Atambua - Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Atambua mempertegas komitmennya dalam program pemberdayaan warga binaan melalui pemanfaatan optimal lahan Sarana Asimilasi Edukasi (SAE). Pada Kamis 30 Juli 2026, sebanyak 200 bibit melon bermedia tanam polibag sukses dibudidayakan secara mandiri oleh sepulu orang warga binaan. Inisiatif ini menjadi tolok ukur keberhasilan pembinaan kemandirian berbasis agribisnis di lingkungan Lapas.
Program pertanian ini dikawal langsung oleh Kepala Subseksi Kegiatan Kerja (Kasubsi Giatja), Andra Sukabir, beserta jajaran, yang melakukan pendampingan intensif mulai dari penyiapan media tanam, pembenihan, hingga teknik pemeliharaan rutin.
"Metode polibag ini kami pilih bukan sekadar untuk menghemat tempat, melainkan sebagai strategi terbaik demi meraih hasil panen yang optimal. Lewat metode ini, kami bisa memanfaatkan ruang SAE secara presisi sekaligus mengontrol asupan nutrisi dan perawatan harian dengan jauh lebih akurat. Target kami jelas: menghasilkan buah melon dengan kualitas terbaik," ujar Andra.
Sementara itu, Kepala Lapas (Kalapas) Atambua, Antonio L.P.X. Da Costa, menyambut positif semangat para warga binaan. Ia menegaskan bahwa program kemandirian di bidang agribisnis ini dirancang bukan sekadar untuk mengisi waktu pemidanaan, melainkan sebagai bekal hidup yang berharga ketika warga binaan kembali ke tengah masyarakat.
"Metode ini kami jalankan sebagai bentuk rehabilitasi berbasis pembinaan kerja yang terarah. Kami berkomitmen agar setiap program di Lapas Atambua berdampak langsung pada perubahan karakter dan keterampilan warga binaan. Penanaman 200 bibit melon ini adalah bukti konkret bahwa walaupun berada di Lapas warga binaan mampu berkarya," kata Antonio.
Salah seorang warga binaan, Jein Manek, mengaku sangat antusias mengikuti kegiatan ini. "Senang sekali bisa diberi kepercayaan merawat tanaman melon dari awal. Lewat metode polibag ini, kami jadi paham cara bertani yang modern dan efisien. Ini bukti kalau di balik tembok ini pun kami tetap bisa produktif dan menghasilkan karya nyata," ujar Jein.
Proses budidaya yang dikerjakan secara telaten ini diproyeksikan akan menghasilkan panen melon unggulan yang tidak hanya dimanfaatkan untuk konsumsi internal, tetapi juga akan dipasarkan kepada masyarakat sekitar sebagai bukti nyata keberhasilan program pembinaan kemandirian Lapas Atambua.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....