Dampak Cuaca Harga Tomat di Atambua Belu Tembus Rp500.000-Rp750.000 Perkeranjang
- 13 Apr 2026 15:36 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Atambua - Harga komoditas tomat di Kabupaten Belu, untuk kalangan petani tomat mengalami peningkatan nilai jual dengan menyentuh harga Rp500.000-Rp750.000 rupiah perkeranjang. Kenaikan harga dipicu dampak cuaca bencana Hidrometelogi imbasnya banyak tanaman tomat yang mengalami kerusakan.
Salah satu petani Tomat Dusun Fulanmonu, Desa Umaklaran Fridolinus Mau Making mengaku dengan kenaikan harga tersebut membantu dirinya dalam memperoleh keuntungan. Namun pihaknya juga ekstra kerja keras untuk merawat karena tanaman tomat yang rentan terhadap penyakit dan pembusukan.
| Baca juga: Hasil Tangkapan Ikan Nelayan Belu Menurun |
Fridolinus Mau Making mengatakan dalam kondisi sekarang ditengah produksi yang menurun permintaan akan masyarakat tetap tinggi dan harga pun melonjak tajam namun stok yang terbatas.
Ia menambahkan perubahan cuaca yang tidak menentu, seperti curah hujan tinggi disertai angin kencang, menjadi faktor utama rusaknya tanaman. Tanaman tomat yang umumnya sensitif terhadap kelebihan air tidak mampu bertahan, sehingga banyak yang membusuk sebelum masa panen tiba dengan itu pasokan tomat menjadi terbatas, sementara permintaan masyarakat tetap tinggi. Akibatnya, harga tomat melonjak tajam hingga mencapai angka yang cukup tinggi dibandingkan kondisi normal.
“Tentunya musim begini salah satu hal yang menguntungkan namun juga terdapat tantangan cuaca sehingga perlu ekstra waspada,” ucap Fridolinus Mau Making pada Senin 13 April 2026.
Sejumlah petani juga mengaku mengalami kerugian besar akibat kondisi tersebut. Tanaman yang sebelumnya tumbuh dengan baik tiba-tiba rusak dalam waktu singkat. Bahkan, tidak sedikit petani yang gagal panen karena hampir seluruh lahan mereka terdampak.
Kondisi ini tidak hanya berdampak pada petani dan pedagang, tetapi juga masyarakat sebagai konsumen. Banyak warga mengeluhkan harga tomat yang semakin mahal, sehingga harus mengurangi konsumsi atau mencari alternatif bahan pangan lain. (KM)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....