Cuaca Buruk, Nelayan di Tambak Umum Kletek, Malaka Tetap Melaut

  • 19 Mei 2026 10:41 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Malaka - Sejumlah nelayan di Tambak Umum Kletek, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka saat ini banyak yang tidak melaut lantaran cuaca buruk yang melanda wilayah tersebut.

Cuaca buruk menyebabkan gelombang pasang dengan ketinggian ombak diperkirakan bisa mencapai hingga dua meter, dan sudah berlangsung selama beberapa pekan terakhir.

Meski demikian, beberapa nelayan memilih tetap melaut demi memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga. Salah satunya Filmon Tahu Seran (34), nelayan tradisional setempat yang sudah melaut selama hampir 30 tahun.

Saat ditemui di lokasi tambak ikan, Filmon dan saudara nya baru saja selesai menyalurkan hasil tangkapan mereka kepada pengepul. Hasil penjualan ikan yang dibawanya diperkirakan sekitar lebih dari empat juta rupiah. Ikan tersebut langsung di ambil oleh pengepul sesaat setelah turun dari perahu.

Kepada RRI, Filmon mengatakan dirinya sudah dua malam di laut untuk mencari ikan dalam satu minggu Filmon dan saudaranya rutin dua kali melaut dalam satu minggu dan untuk saat ini hasil tangkapan cukup memuaskan. Ikan ekor kuning berukuran cukup besar dijual dengan harga Rp100 ribu untuk tiga ekor, sedangkan ikan tongkol ukuran sedang dibandrol dengan harga seratus ribu rupiah untuk 12 ekor.

Ia mengungkapkan, ketersediaan ikan di laut saat ini cukup melimpah. Namun, pada musim timur seperti sekarang, cuaca buruk membuat banyak nelayan memilih tidak melaut. Hanya dirinya dan saudaranya, Ulu, yang nekat melaut.

Meski demikian, mereka tetap berhati-hati karena keselamatan menjadi taruhan saat menghadapi ombak besar.

Menurut Filmon, dirinya sudah terbiasa menghadapi cuaca buruk di perairan pantai selatan Kabupaten karena sudah menghabiskan lebih dari separuh hidup bekerja sebagai nelayan. Ia menuturkan, saat musim timur seperti saat ini, para nelayan sangat kesulitan menghadapi gelombang pasang di muara.

"Kita kesulitan saat lewat muara karena ombak keras dan tinggi sekitar 2 meter hari ini ombak sekitar 1,3 meter sebelumnya ada yang sampai dua meter. Kita harus berhati-hati di situ bahkan banyak perahu nelayan sering tenggelam di muara Maubesi," ujar Filmon, Selasa 19 Mei 2026.

sebagai solusi, Filmon menyarankan dasar muara perlu dikeruk lebih dalam agar saat gelombang pasang, ombak tidak terlalu tinggi. Dengan begitu, para nelayan bisa melaut dengan aman tanpa khawatir tenggelam saat melintasi muara.

Kondisi cuaca buruk saat ini membuat aktivitas melaut menurun drastis. Hanya satu perahu milik Filmon yang melaut sementara sebagian besar nelayan lainnya memilih menambatkan perahu mereka di area tambak dan memilih untuk tidak melaut karena sangat riskan merugi dan membahayakan keselamatan.

Nelayan di Tambak Umum Kletek dikenal sebagai satu satu pemasok ikan ikan berukuran besar, seperti Tongkol, Ekor Kuning, yang laris diminati pasar. Ikan-ikan tersebut diperoleh dari perairan selatan di Kabupaten Malaka lokasi penangkapan ikan nelayan dari tambak Kletek dengan hasil tangkapan yang cukup melimpah.

Selain itu, nelayan di kawasan tersebut menjadi salah satu pemasok utama ikan besar di Kabupaten Malaka yang paling mudah dijangkau pedagang, selain ketergantungan ikan dari luar daerah.

Saat ini, aktivitas melaut yang hanya dilakukan oleh perahu milik Filmon saja turut mempengaruhi ketersediaan serta harga ikan di pasaran yang terbilang cukup langkah saat ini.

Para nelayan di Tambak Umum Kletek berharap pemerintah dapat melakukan pengerukan dasar muara menjadi lebih dalam agar ketinggian ombak di area muara berkurang, sehingga perahu nelayan dapat melintas dengan aman dan aktivitas kembali normal. (AS)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....