Terancam Gagal Panen Petani Holtikultura Belu
- 23 Mar 2026 19:59 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID,Atambua - Musim hujan dengan intensitas lebat beberapa pekan terakhir di Kabupaten Belu-NTT, menjadi tantangan serius bagi kelompok tani hortikultura, termasuk Kelompok Tani Mane Bala di Desa Kabuna, Kecamatan Kakuluk Mesak.
"Dampak cuaca ekstrem ini dapat mengakibatkan penurunan kualitas dan kuantitas hasil panen, bahkan gagal panen,"ujar ketua kelompok tani mane bala Arnoldus Naiusu pada perbincangan rri.co.id, Senin 23 Maret 2026.
Dampak cuaca hujan dengan intensitas deras terus-menerus,menurut Arnoldus,menyebabkan tanah tergenang air sehingga kondisi ini menyebabkan akar tanaman tidak bisa bernapas, kering, dan akhirnya mati.
Selain itu,kata Arnoldus,kelembaban tinggi memicu perkembangan jamur patogen, terutama patek (antraknosa) pada cabai, serta busuk daun dan busuk batang.
"Terjadi penurunan produksi dan kualitas pada tanaman seperti cabai, tomat, sayuran dimana daun mengalami gugur bunga/buah, buah membusuk sebelum dipanen, dan penurunan kualitas fisik," tuturnya.
Faktor penyebab dari cuaca ekstrem dapat memicu gagal panen dan mengakibatkan kerugian segi ekonomi bagi para petani.
"Kerugian kelompok tani bisa mencapai 60%-70% akibat biaya produksi (pupuk/pestisida) yang tinggi tidak sebanding dengan hasil panen yang sedikit," ujar Arnoldus.
Kelompok tani mane bala wilayah perbatasan NKRI-Timor Leste mengantisipasi pada tanaman holtikultura yang menjadi unggulan mereka agar tidak terjadi gagal panen total.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....