Petani Bitauni TTU Membutuhkan Lima Unit Hand Traktor dan Dua Unit Embung

  • 14 Jun 2026 07:16 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Kefamenanu - Kelurahan Biatauni, Kecamatan Insana, Kabupaten TTU sesungguhnya memiliki luas sawah yang diolah petani setempat sebanyak 195 hektar. Luas lahan persawahan dimaksud tersebar di irigasi Kleja I dan II terkhusus pada 10 RT. Pada musim tanam pertama (MT 1) 2026 luas tanam terealisasi 125 hektar. Hal ini disampaikan oleh Lurah Bitauni Dominikus Sako, saat menyampaikan laporan dalam acara panen raya padi di irigasi Kleja II pada Rabu 10 Juni 2026.

Menurut Dominikus bahwa, untuk mengolah lahan sawah seluas 125 hektar itu, petani setempat berhimpun dalam Gapoktan It Naen Bitauni. Mereka tersebar ke dalam 8 kelompok dan tiap kelompok tani berjumlah 20 orang sehingga total pengolah lahan sawah sebanyak 160 orang.

Dominikus menginformasikan bahwa, pelaksanaan penanaman padi di irigasi Kleja II dilakukan secara serentak pada Minggu ke 4 bulan Februari 2026. Jenis padi yang ditanam adalah Inpari 46 dan pemilihan jenis padi tersebut sesuai arahan para penyuluh supaya menghindari serangan wereng batang coklat.

Ia melanjutkan bahwa Luas panen hingga 10 Juni 2026 yang terealisasi 50 hektar dan tersisa 75 hektar yang akan dipanen hingga 16 Juni 2026. Rata-rata hasil panen produktivitasnya mencapai 7, 9 ton per hektar dan mengalami peningkatan sebesar 11 persen dari MT 2 tahun 2025 yang baru mencapai 6,9 ton per hektar.

"Permasalahan para petani sawah di kelurahan Bitauni khususnya Kleja I dan II adalah serangan keong mas dan wereng batang coklat. Hal itu terjadi pada fase pertumbuhan vegetatif 0 hingga 60 hari setelah penanaman. Serangan wereng sangit juga terjadi pada fase produksi usia 60 hingga 90 hari. Sehingga petani dan penyuluh pertanian dan petani bekerja ekstra untuk penyemprotan secara selektif", kata Dominikus.

Ia juga menyampaikan terima kasih atas dukungan Pemkab TTU, karena menempatkan satu orang PPL di wilayah Bitauni sehingga dilakukan pendampingan terhadap petani secara intensif. Selain itu, ada juga pendampingan secara berkala yang dilakukan oleh tim PPL BPP Kecamatan Insana.

Dominikus juga menyampaikan bahwa ada bantuan saluran tersier sepanjang 600 meter untuk peningkatan dan optimalisasi lahan persawahan warga pada tahun 2025. Sasaran saluran diterima oleh kelompok Tani Polo dan Sosa Puatenu. Adapula bantuan dua unit traktor empat roda dari Pemkab TTU pada musim tanam pertama 2026 tetapi telah dikembalikan ke Dinas Pertanian TTU.

"Sebagai lurah Bitauni, saya bersama para petani mengharapkan bantuan lima unit hand traktor dan satu unit combine harvester untuk mempercepat proses pengolahan lahan dan panen serta menekan susut hasil. Untuk mempercepat area persawahan yang belum terolah seluas 90 hektar, maka kami membutuhkan duaembung pada lokasi Kleja I dan II. Seluruh masyarakat Kelurahan Biatauni berkomitmen untuk mendukung program ketahanan pangan daerah dan siap menanam dua kali dalam setahun", ujar Dominikus (SK).

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....