UKAW Latih Warga Pesisir Malaka Kelola Ekowisata Mangrov

  • 16 Mar 2026 13:29 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Malaka - Tim dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Arta Wacana (UKAW) Kupang melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan pemberian pelatihan terkait pemandu wisata dan pengelolaan ekowisata mangrove bagi masyarakat pesisir di desa Fahiluka, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka.

Kegiatan pelatihan yang berlangsung di pantai Motadikin, Desa Fahiluka pada Sabtu 14 Maret 2026 diikuti puluhan warga setempat.

Kepada rri.co.id, Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UKAW, Kupang, Dr. Wilson L. Tisera menyampaikan kegiatan tersebut merupakan bagian dari Tridharma Kampus dalam melaksanakan pengabdian kepada masyarakat terutama wilayah seperti Kabupaten Malaka yang memiliki potensi besar di sektor perikanan dan kelautan.

Ia mengatakan kekayaan sumber daya pesisir yang besar di Kabupaten Malaka dapat dimanfaatkan secara luas, tak hanya untuk sektor penangkapan hasil laut saja, tetapi juga dapat dioptimalisasi melalui pengembangan wisata berbasis alam, seperti ekowisata mangrove guna pemanfaatan yang lebih luas.

"Terkait pengabdian kepada masysarakat dalam hal pelatihan pemandu wisata dan ekowisata mangrove, karena malaka punya potensi perikanan dan kelautan yang sangat besar. Nah dengan adanya pelatihan ini kita harapkan masyarakat bisa menangkap peluangnya," ujar Wilson.

Ia menambahkan, pihak kampus berencana akan melakukan pelatihan-pelatihan lanjutan terkait dengan sektor perikanan dan kelautan sehingga potensi yang ad dapat dimanfaatkan secara maksimal sebagai upaya peningkatan ekonomi masyarakat.

Senada dengan hal tersebut, Kepala lembaga Penelitian, UKAW, Alfred Kase, S.Pi., M.Si., Ph.D., mengungkapkan bahwa potensi di Malaka dapat ditingkatkan tidak hanya sebatas pada aspek konsumsi, tetapi juga melalui sistem pemasaran dengan mengolah bahan mentah menjadi produk jadi. Menurutnya, diversifikasi produk tersebut akan menciptakan lebih banyak varian yang secara otomatis meningkatkan nilai jualnya.

"Jadi dari potensi yang ada di Malaka ini, bisa ditingkatkan tidak dari segi konsumsi saja, tapi juga dari sistem pemasarannya, yakni bahan mentah itu bisa dibuat hasil olahan, sehingga nilai jualnya itukan lebih tinggi. Karena varian yang dihasilkan itu lebih banyak sehingga pasti nilai jualnya itu lebih tinggi," kata Alfred.

Ia menambahkan, usai memberi pelatihan, pihak UKAW bersama Pemerintah desa fahiluka juga menetukan beberapa lokasi potensial yang bisa dijadikan sebagai lokasi penelitian oleh mahasiswa yang ingin menyelesaikan studi di UKAW.

Sementara itu, Pemerintah Desa Fahiluka menyambut baik kegiatan pelatihan tersebut. Sekretaris Desa Fahiluka, Silvester Bere, menyampai apresiasi kepada para dosen UKAW Kupang yang telah hadir memberikan pelatihan secara langsung kepada masyarakat.

Silvester yang juga merupakan alumni Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UKAW Kupang mengatakan desa Fahiluka memiliki potensi yang besar di sektor pariwisata pesisir, terutama ekowisata mangrove. selama ini potensi yang cukup besar di bidang pariwisata dan juga ekowisata mangrove belum dimanfaatkan secara maksimal untuk menyejahterakan masyarakat.

Sehingga lewat upaya pendampingan terus-menerus dari pihak akademisi, diharapkan masyarakat setempat bisa mendapatkan ilmu dan keterampilan baru supaya bisa mengelola sumber daya laut mereka dengan lebih baik. (AS)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....