Tradisi Mencari Meting Masih Bertahan di Kawasan Pesisir Pantai Deere Alor

  • 31 Mei 2026 10:36 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Alor - Aktivitas mencari meting masih menjadi tradisi yang bertahan di kalangan masyarakat pesisir di Kabupaten Alor. Kegiatan ini dilakukan warga dengan mencari, menggali, dan mengumpulkan kerang, siput laut seperti bia, hingga cacing laut yang hidup di kawasan pantai dan padang lamun saat air laut surut.

Di Pantai Deere, sejumlah warga tampak memanfaatkan waktu surut air laut untuk mencari meting menggunakan alat sederhana seperti kayu kecil dan ember. Aktivitas tersebut umumnya dilakukan pada pagi atau sore hari ketika area pesisir mulai terlihat dan mudah dijangkau warga.

Selain menjadi tradisi turun-temurun, mencari meting juga dianggap membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat pesisir. Hasil yang diperoleh biasanya diolah menjadi lauk sehari-hari, sementara sebagian lainnya dijual kepada warga sekitar untuk menambah pendapatan keluarga.

Warga Lokal Pencari Meting, Clara Diana, mengatakan kegiatan tersebut sudah dilakukan masyarakat sejak lama dan menjadi bagian dari kehidupan warga di wilayah pesisir Alor. Menurutnya, masyarakat biasanya mengetahui lokasi meting berdasarkan pengalaman dan kondisi alam sekitar.

“Kami biasa mencari meting saat air laut surut. Biasanya ada kerang, bia, dan cacing laut yang bisa diambil di sekitar padang lamun dan pesisir pantai. Ini sudah menjadi kebiasaan masyarakat di sini sejak dulu,” ujar Clara Diana saat ditemui di Pantai Deere, Kabupaten Alor. Sabtu, 30 Mei 2026.

Clara menambahkan, kegiatan mencari meting juga membutuhkan ketelitian dan kesabaran karena tidak semua lokasi memiliki hasil yang sama. Ia menyebut warga harus memahami waktu yang tepat agar hasil yang diperoleh lebih banyak.

“Kalau sudah tahu tempatnya, biasanya hasilnya lumayan untuk dibawa pulang. Kadang ada yang dijual juga, tetapi kebanyakan untuk dimasak sendiri di rumah,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....