Dinas Aspus Alor Gelar Lomba Literasi Berhadiah Total Rp16,5 Juta Bagi Masyarakat
- 06 Mar 2026 10:54 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Alor - Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Alor menggelar berbagai lomba literasi bagi pelajar dan masyarakat umum. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan minat baca serta memperkuat budaya literasi di daerah.
Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Alor, Ridwan Iho, mengatakan kegiatan tersebut merupakan upaya mendorong generasi muda lebih aktif membaca dan berkarya melalui berbagai bentuk kreativitas literasi

Menurut Ridwan, beberapa kategori lomba yang diselenggarakan antara lain lomba bertutur tingkat SD/MI, lomba resensi buku tingkat SMP/MTs dan SMA/SMK/MA, serta lomba video konten literasi untuk masyarakat umum.
Ia menjelaskan seluruh kegiatan mengangkat tema “Perkembangan Perpustakaan, Budaya Baca dan Literasi di Indonesia.” Tema tersebut diharapkan mampu memperkuat peran perpustakaan sebagai pusat belajar masyarakat.

“Melalui kegiatan ini kami ingin menumbuhkan minat baca sekaligus memberikan ruang bagi pelajar dan masyarakat untuk mengekspresikan kreativitasnya dalam bidang literasi,” ujar Ridwan. Jumat, 06 Maret 2026.
Pendaftaran lomba dibuka mulai 5 hingga 25 Maret 2026. Peserta dapat melakukan pendaftaran di Perpustakaan Kabupaten Alor pada hari kerja pukul 08.00 hingga 13.00 WITA.

Untuk lomba bertutur tingkat SD/MI, jumlah peserta yang diterima sebanyak 50 orang. Materi lomba bersumber dari cerita kepahlawanan atau legenda rakyat dari provinsi setempat.
Cerita yang disampaikan dapat berasal dari kisah yang telah dipublikasikan maupun yang belum pernah dipublikasikan. Materi cerita juga harus mengandung nilai pendidikan karakter bagi peserta.
Nilai karakter yang dimaksud antara lain nasionalisme, kejujuran, religiusitas, kepedulian lingkungan, tanggung jawab, disiplin, kerja keras, kreativitas, kemandirian, demokrasi, toleransi dan cinta damai.
.webp)
Selain itu, materi lomba tidak diperkenankan berasal dari cerita tokoh binatang atau fabel serta tidak boleh mengandung unsur SARA, pornografi maupun kekerasan. Bahasa yang digunakan saat penyampaian cerita wajib menggunakan Bahasa Indonesia dan peserta dapat menggunakan alat peraga pendukung saat tampil.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....