Dinas PP-KB Alor Perkuat Edukasi Pangan Lokal Demi Generasi Bebas Stunting

  • 31 Jul 2026 20:46 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Alor - Pemanfaatan pangan lokal dan penguatan edukasi kepada keluarga menjadi salah satu strategi yang terus didorong Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PP-KB) Kabupaten Alor dalam menekan angka stunting. Meski memiliki potensi pangan yang melimpah, kebutuhan ekonomi keluarga masih menjadi tantangan dalam menjaga kecukupan gizi masyarakat.

Penata Kependudukan dan KB Dinas PP-KB Kabupaten Alor, Daniel Datu Koda, mengatakan banyak keluarga menjual hasil pangan yang dimiliki untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, seperti membeli kebutuhan pokok maupun biaya pendidikan anak. Kondisi tersebut membuat cadangan pangan keluarga berkurang sehingga berpengaruh terhadap pemenuhan gizi.

"Pemerintah Kabupaten Alor sudah memiliki Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Cadangan Pangan. Tujuannya untuk menjamin kecukupan gizi masyarakat. Namun karena kebutuhan hidup, sebagian masyarakat terpaksa menjual cadangan pangan yang mereka miliki untuk memenuhi kebutuhan keluarga," ujar Daniel. Kamis , 30 Juli 2026.

Menurutnya, Tim Pendamping Keluarga (TPK) menjadi ujung tombak dalam mengedukasi masyarakat agar mampu memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam sayuran, tanaman obat keluarga, maupun komoditas pangan lainnya. Selain memenuhi kebutuhan gizi, hasil panen yang berlebih juga dapat dijual untuk menambah pendapatan keluarga.

"Di setiap desa terdapat Tim Pendamping Keluarga yang terus mendapatkan pelatihan agar mampu mengedukasi masyarakat. Mereka bukan hanya menyampaikan informasi, tetapi juga harus menjadi teladan melalui tindakan nyata, sehingga masyarakat percaya dan terdorong memanfaatkan pekarangan serta meningkatkan ekonomi keluarga," katanya.

Daniel menjelaskan, TPK juga dibekali materi mengenai pemberdayaan ekonomi keluarga agar mampu mendorong masyarakat mengelola sumber daya yang dimiliki secara lebih produktif. Dengan demikian, keluarga tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan gizi, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan secara berkelanjutan.

Ia mengajak masyarakat, khususnya calon pasangan usia subur dan keluarga muda, untuk terus mempersiapkan kehidupan berumah tangga dengan baik, memanfaatkan program keluarga berencana, serta mengoptimalkan potensi pangan lokal. Menurutnya, upaya tersebut menjadi langkah penting dalam melahirkan generasi Alor yang sehat, berkualitas, dan bebas dari stunting.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....