Generasi Muda Didorong Jaga Warisan Budaya Bampalola di Era Digital
- 28 Feb 2026 18:43 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Alor - Upaya menjadikan Desa Bampalola Kecamatan Alor Barat Laut Kabupaten Alor sebagai desa kebudayaan tidak lepas dari berbagai tantangan. Perkembangan teknologi dan perubahan pola pikir generasi muda menjadi perhatian utama pemerintah desa dan pegiat budaya setempat.
Penggiat budaya Bampalola, Aja Adiputra Eki Asri, menilai bahwa tantangan terbesar saat ini adalah laju perkembangan zaman. Generasi muda, khususnya Gen Z, dinilai mulai menjauh dari upaya meneruskan warisan budaya leluhur.
“Tantangan khusus budaya di Kabupaten Alor hanya satu, yaitu laju perkembangan zaman dan teknologi. Generasi hari ini tidak lagi berpikir bagaimana meneruskan warisan budaya kepada generasi selanjutnya,” ujar Aja. Sabtu, 28 Februari 2026.
Selain faktor teknologi, ia juga menyoroti perlunya pelatihan teknis bagi masyarakat. Keterampilan mengukir tiang rumah adat, membuat kepala naga, hingga membangun rumah adat megah harus terus diajarkan agar tidak punah.
Kepala Desa Bampalola, Mukhtar Adang, mengakui bahwa derasnya arus digitalisasi turut mempengaruhi perhatian generasi muda terhadap adat. Pemerintah desa khawatir aset budaya dan rumah adat bisa tergerus jika tidak dijaga secara serius.
“Di era modern digitalisasi ini kita boleh berpacu dengan perkembangan, tetapi kita tidak boleh meninggalkan nilai dan tempat yang sudah diwariskan. Itu harus tetap dijaga dan dipelihara,” tegas Mukhtar.
Sebagai langkah konkret, pemerintah desa berkoordinasi dengan lembaga pendidikan untuk memasukkan sejarah peradaban Bampalola dalam muatan lokal mulai tahun ajaran 2026. Upaya ini diharapkan menjadi pedoman generasi muda agar tetap menjaga bahasa, ritual, dan identitas budaya desa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....