Jelang Festival Fulan Fehan Ribuan Penari Terus Matangkan Latihan Capai 85 Persen
- 17 Jun 2026 13:27 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Atambua – Menjelang pelaksanaan Festival Fulan Fehan yang akan berlangsung pada 27 Juni mendatang, persiapan terus dimatangkan oleh ribuan penari yang akan ambil bagian dalam pagelaran budaya terbesar di Kabupaten Belu tersebut. Para penari saat ini dibagi dalam empat zona latihan guna mempermudah koordinasi dan pemantapan gerakan tari yang akan ditampilkan secara kolosal.
Pantauan RRI di Zona Tiga yang berlokasi di Lapangan Umum Simpang Lima Atambua, Pada Rabu 17 Juni 2026, sebanyak 1.001 penari terlihat mengikuti latihan sejak pagi hingga siang hari. Para peserta tampak antusias menjalani setiap sesi latihan dengan pendampingan langsung dari para pelatih guna memastikan kekompakan dan keseragaman gerakan.
Salah satu pelatih, Rini Ratu Dabo, kepada RRI menjelaskan bahwa persiapan latihan saat ini telah mencapai sekitar 85 persen. Menurutnya, proses latihan masih terus difokuskan pada penyempurnaan pola gerakan agar seluruh penari dapat menghafal rangkaian tari dengan baik dan menampilkan pertunjukan yang kompak saat hari pelaksanaan.
“Persiapan sudah mencapai sekitar 85 persen. Saat ini kami terus merampungkan pola-pola gerakan sehingga para penari semakin hafal dan bisa tampil seragam serta kompak saat festival berlangsung,” ujar Rini.
Ia menjelaskan, secara umum tarian yang akan ditampilkan tidak jauh berbeda dengan Festival Fulan Fehan pada tahun-tahun sebelumnya. Tarian yang akan dibawakan tetap mengangkat kekayaan budaya lokal melalui Tari Likurai, Atasoke, dan Bidu Kikit. Namun demikian, terdapat sejumlah variasi gerakan yang dikembangkan sehingga pertunjukan akan tampil lebih menarik dalam format kolosal yang melibatkan ribuan penari.

Rini yang juga merupakan penari pada ajang Asian Games 2018 lalu, mengaku senang Festival Fulan Fehan kembali digelar setelah sempat vakum. Menurutnya, festival tersebut memiliki peran penting sebagai wadah pelestarian budaya sekaligus sarana bagi generasi muda untuk mengenal dan mencintai warisan budaya daerah.
“Saya sangat senang festival ini kembali dilaksanakan. Harapannya kegiatan ini terus berlanjut karena menjadi ruang bagi generasi muda untuk melestarikan budaya yang kita miliki,” katanya.
Festival Fulan Fehan sendiri merupakan salah satu agenda budaya unggulan di Kabupaten Belu yang selalu menarik perhatian masyarakat maupun wisatawan. Tahun ini, festival tersebut akan melibatkan sekitar 3.000 penari yang akan menampilkan tarian tradisional secara massal di kawasan Fulan Fehan, Kecamatan Lamaknen.
Dengan persiapan yang telah mencapai sebagian besar target dan latihan yang terus berlangsung di seluruh zona, panitia optimistis Festival Fulan Fehan 2026 akan berlangsung meriah serta menjadi momentum penting dalam memperkenalkan kekayaan budaya Belu kepada masyarakat luas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....