Rumah Layak Huni Masih Menjadi Tantangan di Kabupaten Alor

  • 25 Feb 2026 20:46 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Alor - Angka kemiskinan di Kabupaten Alor menunjukkan tren penurunan dalam lima tahun terakhir. Data tersebut dirilis Badan Pusat Statistik Kabupaten Alor melalui Survei Sosial Ekonomi Nasional.

Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Alor, Agus Sofiana, menyebutkan angka kemiskinan tahun 2025 berada pada 18,29 persen. Jumlah itu setara sekitar 38.680 jiwa yang masih berada di bawah garis kemiskinan.

Menurutnya, dibandingkan tahun 2021 yang masih di atas 20 persen, kondisi saat ini menunjukkan perbaikan signifikan. Penurunan sekitar tiga persen dalam lima tahun terakhir dinilai sebagai indikator peningkatan taraf hidup masyarakat.

“Kalau data kemiskinan di Kabupaten Alor ini secara umum lima tahun terakhir terus mengalami peningkatan dalam sisi positif. Artinya angka kemiskinan semakin menurun dan kesejahteraan masyarakat semakin baik,” ujar Agus Sofiana. Selasa, 24 Februari 2026.

Ia menjelaskan, pengukuran kemiskinan dilakukan menggunakan pendekatan kebutuhan dasar atau Basic Needs Approach. Penilaian mencakup konsumsi makanan setara 2.100 kalori per hari serta kebutuhan non-makanan seperti perumahan, pendidikan, dan kesehatan.

“Penduduk dikatakan miskin itu diukur dari dua sisi, dari sisi konsumsi bahan makanan dan dari sisi bahan non-makanan. Jadi tidak saja dilihat dari perumahan, tetapi dari berbagai indikator yang diukur melalui Survei Sosial Ekonomi Nasional,” jelasnya.

Meski angka kemiskinan menurun, kebutuhan rumah layak huni masih menjadi perhatian. Data tahun 2024 mencatat sekitar 41 persen rumah tangga di Alor masih menempati hunian belum layak, sementara akses sanitasi rumah tangga miskin baru mencapai sekitar 89 persen.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....