Lapas Atambua Berdayakan Warga Binaan Lakukan Renovasi Rumah Dinas
- 27 Mei 2026 07:33 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Atambua – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Atambua berkomitmen penuh dalam mengoptimalkan program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan. Komitmen ini dibuktikan melalui pelibatan aktif empat orang warga binaan yang tengah menjalani program asimilasi luar tembok untuk melaksanakan rehabilitasi total rumah dinas jabatan Kepala Lapas (Kalapas) yang telah lama rusak berat.
Kegiatan renovasi ini telah berjalan sejak awal Mei 2026. Guna menjaga aspek keamanan, ketertiban, dan kualitas hasil kerja, proses pelaksanaan rehabilitasi ini mendapatkan pengawasan ketat secara langsung dari Kepala Subbagian Tata Usaha (Kasubag TU), Jeremias Gusmao beserta jajaran stafnya.
"Kondisi rumah dinas ini memang sudah tidak layak huni sejak tahun 2016 karena kerusakan yang sangat parah di hampir seluruh struktur bangunan. Mulai dari tembok dan pintu yang berlubang, kusen yang lapuk, atap bocor, hingga runtuhnya teras belakang. Seluruh fasilitas sanitasi, instalasi listrik, dan lantai juga rusak total. Mengingat banyaknya bagian yang harus diperbaiki, proses ini tentu membutuhkan waktu. Oleh karena itu, saya bersama staf turun langsung melakukan pengawasan secara ketat setiap hari. Kami ingin memastikan bahwa selain berjalan dengan aman dan tertib, kualitas hasil kerja dari warga binaan asimilasi ini benar-benar maksimal dan sesuai standar konstruksi yang baik," kata Gusmao disela-sela kerja.
Langkah strategis ini merupakan atensi khusus dari Kalapas Atambua, Antonio Da Costa untuk mengembalikan fungsi optimal aset negara.
"Rehabilitasi ini merupakan wujud nyata pembinaan kemandirian sekaligus implementasi dari 15 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan terkait pemberdayaan warga binaan. Kami pastikan empat WBP asimilasi yang bekerja di sini menerima premi atau upah resmi. Kami tidak menggunakan jasa mereka secara cuma-cuma, karena ini adalah bentuk pemenuhan hak dan bekal agar mereka produktif setelah bebas nanti," ujar Kalapas.
Meskipun volume kerusakan sangat besar dan membutuhkan waktu pengerjaan yang tidak sebentar, keterlibatan aktif warga binaan yang memiliki keahlian di bidang pertukangan terbukti mampu menyelesaikan perbaikan secara bertahap dan terukur.
Salah seorang warga binaan, Vincen Manek yang terlibat menyampaikan rasa syukurnya atas kesempatan asimilasi kerja ini. Menurutnya, momentum ini menjadi sarana pembuktian bahwa pembinaan yang mereka terima di dalam Lapas sangat bermanfaat.
"Kami sangat bersyukur mendapat kesempatan asimilasi kerja ini. Lewat proyek ini, kami bisa membuktikan bahwa pembinaan pertukangan yang didapat di dalam Lapas benar-benar bermanfaat. Kami bangga, meskipun sedang menjalani masa pidana, kami masih bisa memberikan kontribusi nyata untuk negara," kata Vincent.
Proyek renovasi rumah dinas ini menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan di balik jeruji besi tidak menghalangi warga binaan untuk berkarya. Ke depan, Lapas Atambua berkomitmen untuk terus menggulirkan program pemberdayaan serupa demi menyukseskan agenda akselerasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....