Bupati Belu Evaluasi Dokter Internship

  • 20 Feb 2026 07:42 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID Atambua – Bupati Belu, Willybrodus Lay, SH menyampaikan apresiasi sekaligus melakukan evaluasi kepada para dokter Internship yang telah bertugas selama 12 bulan di Kabupaten Belu. Evaluasi tersebut berlangsung di Ruang Kerja Bupati Belu, Kamis 19 Februari 2026.

Sebelum menyampaikan arahannya, Bupati Willy Lay terlebih dahulu memberikan ucapan selamat kepada umat beragama yang sedang menjalankan ibadah.

“Saya mengucapkan selamat kepada umat Muslim yang telah menunaikan ibadah puasa dan juga kepada umat Kristen yang merayakan Hari Rabu Abu,” ujarnya.

Bupati Willy Lay kemudian menyampaikan terima kasih atas pengabdian para dokter Internship selama bertugas di daerah perbatasan.

“Saya menyampaikan terima kasih kepada para dokter Internship yang telah bertugas selama 12 bulan di Atambua. Dedikasi ini sangat berarti bagi masyarakat Kabupaten Belu,” katanya.

Dalam evaluasinya, Bupati menyoroti masih rendahnya capaian vaksinasi dasar lengkap bagi balita di Belu.

“Saya bertanya, apakah masyarakat yang datang melakukan vaksin lengkap ada atau tidak? Karena dari data, peserta vaksin lengkap di Kabupaten Belu paling rendah di NTT, bahkan tidak mencapai 20 persen. Artinya kita kecolongan, masih banyak balita yang seharusnya menerima vaksin tetapi belum terlayani,” tegasnya.

Ia menekankan pentingnya tenaga medis bekerja berdasarkan data yang akurat.

“Saya minta para dokter harus bekerja berdasarkan data. Dengan data, kita bisa tahu apa yang kurang dan bagaimana memperbaikinya,” lanjutnya.

Selain itu, Bupati Willy Lay juga mengingatkan pentingnya pelayanan yang humanis kepada pasien, khususnya di Unit Gawat Darurat (UGD).

“Saya sering menerima aduan bahwa pelayanan di UGD terlalu lama. Saya harap dokter mendekat kepada pasien dan berkata, ‘Mama jangan khawatir, saya yang tangani.’ Saya yakin dengan kata-kata itu, sebelum diberi obat pun mereka sudah sembuh 90 persen,” ujarnya.

Bupati Willy Lay juga menyoroti masih adanya keraguan masyarakat terhadap vaksinasi akibat pengaruh media sosial.

“Masyarakat terpengaruh informasi yang salah, seolah-olah vaksin menyebabkan penyakit. Padahal kalau tidak divaksin, anak bisa terkena polio dan penyakit lainnya. Pemerintah sudah mengeluarkan anggaran besar, jadi tugas dokter menjelaskan kepada masyarakat pentingnya vaksin,” tegasnya.

Ia berharap pengalaman para dokter Internship selama bertugas di Belu menjadi bekal berharga dalam pengabdian selanjutnya.

“Suatu saat nanti kalian akan ditempatkan untuk melayani masyarakat. Saya titip, berikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” pungkasnya.

Bupati juga kembali menyampaikan apresiasi atas dedikasi para dokter dan menitipkan salam kepada keluarga mereka.

“Saya mengucapkan terima kasih atas dedikasi selama di Atambua, dan titip salam untuk orang tua kalian,” tutupnya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....