Bupati Belu Ajak Korve Bersama, Tekankan Pengentasan Kemiskinan
- 20 Feb 2026 07:23 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID Atambua – Bupati Belu, Willybrodus Lay, SH, mengajak seluruh jajaran pemerintah dan masyarakat untuk memperkuat semangat kebersamaan, kerja keras, serta kepedulian terhadap kebersihan dan pengentasan kemiskinan di Kabupaten Belu. Hal itu disampaikan Bupati Belu, Willybrodus Lay, SH usai melantik Pimpinan Jabatan Tinggi Pratama Lingkup Pemerintah Kabupaten Belu, Kamis 19 Februari 2026 di Aula Lantai 1 Kantor Bupati Belu.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Willy Lay menyampaikan ucapan selamat kepada umat beragama yang merayakan hari besar keagamaan di awal tahun ini.
“Saya juga menyampaikan selamat, karena awal tahun ini istimewa, ada tiga hari raya berturut-turut, pertama Hari Raya Imlek, diikuti Hari Rabu Abu bagi umat Katolik, dan umat Muslim juga memulai puasa. Selamat menjalankan ibadah puasa, semoga selalu diberi keridhoan, bimbingan, dan amal ibadah kita mendapat restu dari Sang Pencipta,” ujarnya.
Bupati Willy Lay juga menegaskan pentingnya gerakan kerja bersama atau korve, sebagaimana ditekankan Presiden, tidak hanya untuk kebersihan tetapi juga untuk mengatasi kemiskinan.
“Pak Presiden mengajak kita korve bersama untuk kebersihan. Saya menambahkan, kita korve kebersihan dan korve untuk membantu keluar dari kemiskinan di Belu,” katanya.
Ia mengungkapkan, berdasarkan data BPS, angka kemiskinan di Belu masih tergolong tinggi dibandingkan daerah lain. Karena itu, diperlukan kerja keras dan kolaborasi semua pihak.
“Kita harus bekerja bersama TNI, Forkopimda, dan masyarakat. Kalau perlu, satu hari kita kerja 8 sampai 10 jam. Saya pastikan dengan kerja keras, angka kemiskinan akan berkurang,” tegasnya.
Sebagai solusi jangka panjang, Bupati Willy Lay mendorong masyarakat memanfaatkan lahan marginal untuk program pertanian produktif.
“Kita bisa tanam pohon sengon di lahan marginal, dan di bawahnya tanam porang. Masyarakat di Desa Lasiolat sudah membuktikan, satu hektar porang bisa menghasilkan lebih dari Rp. 60.000.000 juta per tahun. Sengon juga bisa menjadi tabungan masa depan. Kalau punya 100 pohon sengon, tujuh atau delapan tahun ke depan bisa bernilai sekitar Rp100 juta untuk membangun rumah,” jelasnya.
Selain kemiskinan, Bupati juga menyoroti persoalan sampah dan kebersihan lingkungan.
“Saya belum lihat ada peringatan larangan buang sampah di beberapa titik. Kita bukan petugas sampah, tapi kita harus buat aturan tegas, karena sampah plastik itu 50 tahun tidak bisa terurai,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pemerintah akan menerapkan aturan tegas sesuai perda yang berlaku.
“Ada perda, denda buang sampah sembarangan sampai Rp. 50 juta. Kalau ada bukti foto, kita proses ke pengadilan. Ini perintah Presiden, kebersihan harus ditegakkan,” katanya.
Selain itu, Bupati Willy Lay juga menyoroti penataan kota, termasuk penertiban papan reklame.
“Kita bersihkan papan reklame di lapangan umum, sisakan satu videotron saja agar kota kita terlihat bersih dan tertata,” ungkapnya.
Di akhir arahannya, Bupati Willy Lay mengingatkan seluruh perangkat daerah untuk mempercepat serapan anggaran dan perencanaan pembangunan.
“Mari di awal tahun ini kita bergerak cepat. Saya ingin sidang perubahan sudah dilakukan bulan Juli, sehingga pembangunan berjalan tepat waktu,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....