Rehabilitasi Hutan Alor Libatkan Masyarakat Aktif

  • 20 Feb 2026 03:57 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Alor - UPTD KPH Wilayah Kabupaten Alor terus mendorong pelaksanaan rehabilitasi hutan dengan melibatkan masyarakat secara aktif. Program ini dijalankan berdasarkan hasil survei lapangan untuk memastikan jenis tanaman yang ditanam sesuai dengan kondisi iklim dan karakteristik wilayah.

Kepala Seksi Perencanaan dan Pengelolaan Hutan UPTD KPH Wilayah Kabupaten Alor, Nur Laila Tahir, menjelaskan bahwa pemilihan tanaman tidak dilakukan sembarangan. Jenis tanaman harus disesuaikan dengan kondisi suhu udara dan iklim setempat.

“Jenis tanaman yang kami programkan untuk ditanam di lokasi prioritas harus melalui survei terlebih dahulu, agar benar-benar sesuai dengan kondisi daerah tersebut,” ujarnya. Kamis, 19 Februari 2026.

Dalam pelaksanaannya, masyarakat terlibat melalui Kelompok Tani Hutan yang dibentuk oleh KPH. Mereka tidak hanya menyediakan lahan, tetapi juga menjaga hutan secara adat serta memelihara tanaman melalui penyiangan, pendangiran, dan pemupukan

“Keterlibatan masyarakat sangat penting, mulai dari menyediakan lahan, menjaga kawasan hutan, hingga memelihara tanaman yang sudah ditanam sebagai bentuk kerja sama dengan KPH,” ujarnya.

Meski demikian, pelaksanaan rehabilitasi di lapangan menghadapi sejumlah kendala, seperti ketersediaan dan kualitas bibit, musim kemarau berkepanjangan, konflik kepemilikan lahan, hingga kerusakan tanaman akibat ternak lepas. Sistem tebas bakar yang masih menjadi tradisi masyarakat juga berpotensi mengganggu kawasan yang telah ditanami.

Ia menambahkan, dampak rehabilitasi hutan dapat mulai terlihat dalam dua hingga tiga tahun saat tajuk tanaman mulai menutup tanah. Namun dampak yang lebih nyata terhadap lingkungan biasanya baru dirasakan setelah lima hingga sepuluh tahun, tergantung jenis tanaman dan kondisi lingkungan setempat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....