Sekda Alor: Produksi Pangan Lokal Harus Dimulai dari Langkah Kecil

  • 13 Agt 2026 06:29 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Alor - Pemerintah Kabupaten Alor terus mendorong peningkatan produksi pangan lokal untuk memperkuat ketahanan pangan dan mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah.

Komitmen tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Alor, Melkisedek Bely, saat menghadiri kegiatan pengembangan pertanian bersama kelompok tani di Maiwal, Desa Pintu Mas, Kecamatan Alor Barat Daya, Rabu, 12 Agustus 2026.

Melkisedek mengatakan kegiatan kelompok tani tersebut menjadi bukti bahwa pengembangan pertanian dapat dimulai dari langkah sederhana dengan memanfaatkan potensi lahan yang tersedia.

“Bagi sebagian orang, kegiatan seperti ini mungkin terlihat kecil dan sederhana. Tetapi bagi saya, kegiatan ini penting karena pemerintah harus hadir untuk memberikan motivasi dan dukungan kepada kelompok-kelompok masyarakat yang baru mulai bergerak,” ujar Melkisedek.

Ia menjelaskan, kebutuhan beras masyarakat Kabupaten Alor mencapai sekitar 24 ribu ton per tahun. Sementara produksi beras lokal saat ini baru sekitar 2,2 ribu ton atau 11,41 persen dari total kebutuhan.

Kondisi tersebut membuat sekitar 22 ribu ton kebutuhan beras masyarakat masih harus dipenuhi melalui pasokan dari luar daerah. Menurutnya, kondisi ini menjadi tantangan sekaligus peluang untuk meningkatkan produksi pangan lokal secara bertahap.

“Kalau kebutuhan kita sekitar 24 ribu ton, sementara yang dapat kita produksi sendiri baru sekitar 2,2 ribu ton, berarti sebagian besar kebutuhan masih harus didatangkan dari luar daerah. Karena itu, apa yang kita lakukan hari ini menjadi bagian dari upaya untuk secara bertahap mengurangi ketergantungan tersebut,” jelasnya.

Pemkab Alor juga melihat peluang pengembangan kawasan pertanian dalam skala lebih luas, termasuk potensi sekitar 1.600 hektare lahan di tiga desa wilayah Alor Timur. Pengembangannya akan memperhatikan kebutuhan air, infrastruktur, pembiayaan, pendampingan penyuluh, serta pengelolaan lahan.

Sekda menegaskan pemerintah tidak harus langsung memulai dengan program berskala besar. Penguatan kelompok tani dan pemanfaatan lahan yang tersedia menjadi langkah awal untuk meningkatkan produksi secara berkelanjutan.

“Kita tidak harus langsung berpikir besar. Kita mulai dari apa yang kita miliki. Yang penting kita mau bekerja bersama, membangun kerja sama antara pemerintah, kelompok tani, penyuluh, masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan,” tegasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....