Sekolah Tenun Regenerasikan Budaya Duarato

  • 14 Sep 2026 06:12 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua – Sekolah Tenun menjaga warisan budaya masyarakat Duarato. Anak-anak belajar menenun sekaligus mengenal kehidupan budaya masyarakat setempat bersama.

Ketika dalog di studio Pro 1 Rri Atambua Jumat, 11 September 2026 Daya Desa, Maria Melania Soi mengatakan gagasan sekolah muncul setelah festival sebelumnya. Masyarakat ingin warisan leluhur tetap diteruskan kepada generasi muda berikutnya.

Maria Melani Soi menegaskan Sekolah Tenun lahir dari gagasan masyarakat. “Sekolah Tenun hadir agar warisan moyang tidak habis pada generasi kami tersebut.” katanya.

Pembelajaran dilakukan bersama mama dan ama yang menguasai keterampilan tradisional. Dia menyebut masyarakat sangat terbuka mengajarkan berbagai keterampilan.

Sementara itu, Daya Warga, Elisabeth Soi Laku melihat antusiasme anak mengikuti pembelajaran budaya setempat. “Anak-anak sangat antusias belajar budaya bersama mama dan ama mereka setiap minggu.”

Sedangkan menurut Rizqi Nurul Aeni, Fasilitator Pendamping Desa Duarat pembelajaran mencakup tenun, ukiran, pangan lokal, serta motif kain adat. Ia menilai regenerasi memperkuat keberlanjutan living heritage Duarato.

Sekolah Tenun telah berlangsung enam kali dengan jadwal mingguan rutin. Para mama menjadi pengajar utama, sementara Daya Desa mendampingi kegiatan.

Menurut Daya Warga, Elisabeth Soi Laku anak-anak mengikuti pembelajaran di luar waktu sekolah mereka setiap minggu. Kegiatan itu memperkuat keterlibatan masyarakat dalam pendidikan budaya lokal bersama.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....