SMK Cartintes Atambua, Siap Tampil di Festival Fulan Fehan 2026

  • 08 Jun 2026 07:59 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua- Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Cartintes Atambua menyatakan kesiapan penuh untuk menyukseskan gelaran akbar Festival Fulan Fehan tahun 2026. Tercatat hampir seluruh siswa SMK Cartintes terlibat aktif dan telah melakukan berbagai persiapan matang guna menampilkan pertunjukan seni terbaik dalam momentum kebudayaan daerah tersebut.

Hal itu disampaikan Maya Ola salah satu siswi pemain suling bambu berbakat dari sekolah kejuruan swasta tersebut, Jumat 05 Juni 2026. Dirinya dipastikan akan tampil memukau bersama dengan sejumlah siswa lainnya yang juga terlibat aktif dalam kelompok musik tradisional itu.

Menurutnya saat ini proses persiapan tim musik menuju festival budaya itu sudah mencapai sekitar 80 persen, karena hampir semua lagu daerah yang akan dibawakan kini sudah hampir dikuasai dengan sangat baik. "Persiapan kami sudah sekitar 80 persen, dan kami akan terus berusaha untuk memantapkan semua lagu yang akan kami bawa nanti", kata Maya Ola

Lebih lanjut Maya menjelaskan bahwa proses latihan intensif menuju kegiatan bergengsi tersebut sejatinya sudah mulai dilaksanakan sejak awal Mei yang lalu. Kerja keras dan disiplin tinggi ini sengaja dilakukan demi bisa mempersembahkan sebuah pertunjukan seni yang maksimal dan membanggakan.

Sementara itu Injelik Bouk, siswi yang tergabung dalam kelompok tari pada acara tersebut, juga turut mengungkapkan perasaan bangganya karena bisa terpilih menjadi bagian penting dari festival budaya itu. Baginya kesempatan emas untuk tampil di panggung megah Fulan Fehan merupakan sebuah kehormatan tersendiri yang tidak akan pernah dilupakan sepanjang hidupnya.

"Saya secara pribadi sangat senang dan bangga bisa terpilih untuk tampil di festival ini. Saya dan teman-teman dari Cartintes, terus berlatih dan berkomitmen untuk mempersembahkan penampilan yang terbaik, dan berkesan", ujar Injelik Bouk.

Dirinya mengakui meskipun proses latihan gerakan tari adat dirasakan agak sulit, namun ia bersama seluruh penari lainnya terus berkomitmen untuk giat berlatih. Motivasi terbesar mereka adalah keinginan kuat untuk memperkenalkan warisan budaya lokal khususnya tarian adat masyarakat Belu agar bisa dikenal secara lebih luas oleh masyarakat dunia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....