Pola Interaksi Sosial Generasi Milenial Mengalami Pergeseran
- 29 Mei 2026 15:53 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Atambua – Generasi milenial tumbuh bersamaan dengan lahirnya internet gratis, media sosial, serta ponsel pintar saat ini. Mereka memiliki cara yang sangat berbeda dalam melakukan proses interaksi sosial setiap harinya.
Seperti diungkapka oleh Theodorus Tonbesi, seorang milenial Atambua yang dijumpai rri.co.id pada akhir pekan kemarin, minggu 24 mei 2026. Menurutnya, interaksi sosial kini tidak lagi dibatasi oleh sekat lingkungan RT/RW atau wilayah tertentu.
Theodorus yang akrab disapa Tho, menyebutkan bahwa banyak orang salah menilai tentang kebiasaan interaksi yang minim di kalangan milenial. Mereka mengira generasi muda saat ini sudah tidak tahu cara berinteraksi secara sosial.
“Kita tetap berinteraksi, hanya saja mediumnya yang tidak lagi dilihat langsung dengan mata orang luar. Interaksi langsung secara fisik tetap penting, bisa cerita lepas, bertukar pikiran bila pulang kerja atau janjian,” ujarnya.
Tho menuturkan bahwa interaksi tidak lagi dinilai dari seberapa sering mereka berkumpul atau nongkrong. Kegiatan kerja bakti ataupun sekadar mengobrol di depan rumah bukan lagi menjadi ukuran utama.
“Tetap bertegur sapa dengan tetangga lalu terlibat dalam kegiatan komunitas menjadi cara untuk tetap Interaksi dengan lingkungan,” ucapnya. Ditekankan pula bahwa interaksi sosial masyarakat kini mulai bergeser ke komunitas digital.
Media interaksi kini banyak beralih ke grup obrolan ataupun platform minat bakat tertentu. Beberapa Platform yang familiar digunakan biasanya berbasis permainan daring (game), investasi, ataupun hobi yang sama.
Tho juga berpendapat interaksi tatap muka langsung antara teman sefrekuensi itu jauh lebih efektif. Hubungan nyata dirasa jauh lebih bermakna daripada hanya sekadar lewat pesan teks, Video Call atau komunikasi secara daring.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....