Menjaga Nafas Tradisi: Pelajar Atambua Menjadi Garda Terdepan Pelestarian Suling
- 11 Apr 2026 21:07 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Atambua- Suling bambu merupakan warisan musik tradisional yang menyimpan nilai sejarah tinggi dan kini sangat perlu untuk terus dilestarikan agar tidak punah. Keberadaannya menjadi identitas budaya yang harus dijaga di tengah gempuran alat musik modern yang semakin mendominasi panggung seni saat ini.
Anak-anak muda, khususnya kelompok pelajar, kini diposisikan sebagai ujung tombak utama dalam misi pelestarian alat musik tradisional tersebut. Peran aktif mereka di sekolah-sekolah menjadi kunci agar melodi bambu ini tetap terdengar nyaring di telinga generasi mendatang.
Marselinus Bala, salah satu siswa pemain suling bambu dari SMK Cartintes Atambua, menyatakan bahwa menjaga budaya adalah kewajiban yang tidak bisa ditawar. Ia menegaskan bahwa meskipun zaman terus berkembang pesat, akar tradisi bangsa harus tetap dihujamkan kuat dalam sanubari setiap pemuda.
"Saya tertarik dengan suling bambu ini sejak masih duduk di bangku Sekolah Dasar. Secara pribadi saya menilai suling bambu ini memiliki nilai budaya yang sangat tinggi", kata Marselinus Bala, Jumat 10 April 2026.
Kecintaan Marselinus terhadap alat musik tiup ini membuktikan bahwa dedikasi pelajar mampu menjadi benteng pertahanan bagi kekayaan intelektual lokal. Dirinya merasa bangga bisa mempelajari teknik tiupan suling yang rumit namun menghasilkan harmoni yang sangat menenangkan jiwa.
Hal senada juga disampaikan oleh Audy Mnao, pemain suling bambu lainnya yang aktif dalam berbagai kegiatan seni di sekolah tersebut. Audy menekankan bahwa musik tradisional bukan sekadar hobi, melainkan bentuk penghormatan kepada leluhur yang telah menciptakan karya seni luar biasa.
"Awalnya saya memang belum paham tentang suling bambu ini, tapi setelah saya ada di SMK Cartintes saya melihat ini menarik untuk dipelajari. Sejak saat itu saya mulai belajar dan akhirnya bisa memainkannya sampai sekarang", ucap Audy Mnao.
Melalui semangat ini, mereka berdua berharap akan ada lebih banyak lagi generasi muda yang merasa terbeban dan terpanggil untuk mendalami alat musik ini. Kesadaran kolektif dari kaum milenial dan Gen Z sangat dibutuhkan agar estafet kepemilikan budaya ini tidak terputus di tengah jalan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....