Menanamkan Husnuzan kepada Allah di tengah Ujian Hidup

  • 12 Apr 2026 21:48 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua - Husnuzan merupakan amalan hati yang harus dijaga dalam setiap kondisi, baik saat senang maupun sulit. Fajriah Aminah Ali, Penyuluh Agama Islam Kantor Kemenag Kabupaten TTU, menekankan pentingnya membangun husnuzan (prasangka baik) kepada Allah.

" Husnuzan kepada Allah berarti meyakini bahwa segala ketetapan-Nya pasti mengandung kebaikan bagi hamba-Nya," ujarnya, Jumat, 10 April 2026. "Meskipun terkadang kenyataan hidup tidak sesuai dengan keinginan, kita tetap wajib berprasangka baik."

Fajriah mengatakan, saat menghadapi ujian hidup seperti sakit atau kesulitan ekonomi, kita tidak boleh berburuk sangka kepada Allah. Ujian tersebut sejatinya dapat menghapus dosa serta mengangkat derajat kita di hadapan Allah SWT.

Fajriah Aminah Ali, Penyuluh Agama Islam Kantor Kemenag Kabupaten TTU. (Foto: Humas Kankemenag TTU)

" Saat menerima nikmat, kita juga harus tetap memelihara prasangka baik kepada Sang Pencipta," ucapnya dalam tausiyahnya di Pro 2 RRI Atambua tersebut. "Rezeki yang diterima harus disikapi dengan rasa syukur agar tidak menjauhkan diri dari ibadah."

Fajriah menyebut, dalam kehidupan sehari-hari hasil yang tidak sesuai harapan bukan berarti doa kita ditolak oleh Allah. Mungkin Allah sedang menunda atau menggantinya dengan sesuatu yang jauh lebih baik bagi kita.

Seseorang yang selalu menjaga husnuzan disebut akan merasakan ketenangan batin yang luar biasa dalam menjalani hidupnya. Sebaliknya, prasangka buruk hanya akan membuat hidup terasa sempit, penuh curiga, dan jauh dari kedamaian.

Oleh karena itu, Fajriah mengajak kita melatih diri untuk selalu ber-husnuzan melalui zikir dan penguatan iman. "Yakinlah bahwa rencana Allah selalu lebih indah dan terbaik daripada rencana manusia di dunia ini," ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....