Renungan Islam: Syukur, Kunci Ketenangan Hidup di tengah Ujian
- 17 Apr 2026 23:04 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Atambua – Nikmat Allah mencakup iman, Islam, kesehatan, hingga kesempatan berharga. Hal ini diungkapkan Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten TTU, Nur Erma kepada RRI, Kamis, 16 April 2026.
Nur Erma mengajak masyarakat untuk senantiasa meningkatkan rasa syukur kepada Allah SWT. Pesan ini disampaikannya guna membangun spiritualitas umat dalam menjalani aktifitas sehari-hari.
"Mengutip Qur'an Surat Ibrahim ayat 34 mengenai banyaknya nikmat yang tidak terhitung," ujarnya. "Manusia sering kali menganggap remeh nikmat bernafas dan bergerak yang diberikan secara cuma-cuma."
Menurutnya, keluarga yang menemani serta air yang kita minum adalah karunia besar dari Allah. Kita diingatkan untuk tidak hanya fokus pada hal-hal yang belum berhasil dimiliki.
"Sikap merasa kurang sering kali membuat hati merasa sempit dan melupakan kebaikan yang ada," katanya. "Rasulullah SAW menganjurkan kita melihat orang yang berada di bawah dalam urusan dunia."

Erma melanjutkan, melihat ke bawah bertujuan agar kita tidak meremehkan setiap pemberian kecil dari Allah. Sesuai hadist riwayat Muslim, cara ini efektif mencegah hati agar tidak mudah mengeluh.
"Allah berjanji akan menambah nikmat bagi hamba-hamba-Nya yang pandai bersyukur dengan tulus," ucapnya. "Janji pasti ini termaktub indah dalam Al-Quran Surat Ibrahim pada ayat ke-7."
Syukur, lanjutnya, bukan sekadar ucapan 'Alhamdulillah' melainkan harus diiringi dengan penerimaan hati yang dalam. Nikmat tersebut sebaiknya digunakan pada jalan kebaikan yang diridai oleh Allah subhanahu wa ta'ala.
" Gunakanlah kesehatan untuk beribadah dan manfaatkan rezeki untuk berbagi kepada sesama yang membutuhkan," ujar Erma. "Waktu yang tersedia juga harus diisi dengan berbagai kegiatan yang membawa manfaat nyata."
Ia pun berpesan agar kita tidak menunggu hidup sempurna hanya untuk mulai merasa bersyukur. "Bersyukurlah dalam setiap keadaan karena itulah kunci utama mendapatkan ketenangan jiwa yang hakiki," ucapnya.
Di akhir, Nur Erma berharap pesan bermakna yang disampaikan dapat menjadi renungan bersama bagi seluruh umat Muslim. "Semoga kita semua termasuk golongan hamba yang selalu ingat dan berterima kasih kepada-Nya," ujarnya, mendoakan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....