Layanan Digital di Wilayah Perbatasan Hadapi Berbagai Kendala

  • 15 Sep 2026 13:41 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua - Perkembangan layanan digital di wilayah perbatasan masih menghadapi berbagai kendala mendasar terkait kesiapan infrastruktur telekomunikasi. Pemerintah daerah terus berupaya mencari solusi terbaik untuk menuntaskan hambatan jaringan tersebut.

Masyarakat di daerah perbatasan belum semuanya memiliki gawai ataupun kemampuan mengakses teknologi informasi secara mandiri. Kondisi sosial ekonomi warga turut mempengaruhi tingkat kepemilikan perangkat teknologi di rumah.

"Sebenarnya digital ini bagus, hanya tantangannya bahwa masyarakat tidak semuanya memiliki bisa mengakses HP." Demikian disampaikan Pengamat Kebijakan Publik, Joseph Franky Leto Bere, S.H., M.H. kepada rri.co.id, Selasa 15 September 2026.

Kondisi jaringan internet yang belum merata di semua tempat turut menjadi hambatan dalam pelayanan publik. Pembangunan menara penguat sinyal sangat dibutuhkan agar seluruh wilayah dapat terhubung dengan baik.

"Katakanlah melek teknologi, ini juga merupakan sebuah tantangan bahwa kita masyarakat mintanya pelayanan publik yang cepat. Peningkatan literasi digital bagi warga perbatasan menjadi agenda penting yang harus segera direalisasikan," ucapnya.

Tuntutan warga akan kecepatan layanan seringkali tidak sebanding dengan tingkat penguasaan teknologi yang mereka miliki. Kesenjangan digital ini memerlukan pendampingan intensif dari instansi terkait di lapangan.

Pemerintah daerah diharapkan mampu mengatasi berbagai kendala infrastruktur guna mewujudkan pelayanan publik secara merata. Kolaborasi lintas sektor akan mempercepat pemerataan akses digital bagi masyarakat perbatasan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....