Moderasi Beragama Benteng & Kunci Kerukunan Belu
- 25 Agt 2026 19:02 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Atambua - Upaya menjaga kerukunan antarumat beragama di Kabupaten Belu terus dilakukan melalui pendekatan sosial kemasyarakatan. Langkah ini menciptakan suasana kondusif.
"Secara keyakinan tauhid kita memang bisa berbeda. Namun ketika keluar ke ranah sosial kita adalah saudara sesama ciptaan Tuhan Maha Esa," demikian dijelaskan Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kabupaten Belu, Ustad Ahmad Majdi, S.Sos kepada rri.co.id, Selasa 25 Agustus 2026.
| Baca juga: Pilar Kebangsaan untuk Kehidupan Beragama |
Kebijaksanaan Rasulullah SAW dalam menyelesaikan perselisihan antarsuku menjadi pelajaran sangat berharga bagi masyarakat. Musyawarah selalu mengutamakan solusi terbaik bersama.
Penghormatan terhadap keberagaman suku dan agama merupakan kunci utama terciptanya kedamaian di wilayah perbatasan. Masyarakat diajak saling menjaga keharmonisan.
| Baca juga: Pemuda Tetap Obyektif Hindari Provokasi |
"Rasulullah tidak pernah membeda-bedakan siapapun dalam kehidupan sosial. Sikap adil tersebut sangat ampuh mencegah timbulnya pertikaian antarwarga di lingkungan masyarakat kita," katanya.
Kegiatan doa bersama serta aksi kemanusiaan rutin digelar guna mempererat tali persaudaraan seluruh elemen masyarakat. Kerukunan warga makin kokoh.
Wilayah Kabupaten Belu diharapkan terus menjadi contoh penerapan moderasi beragama yang menyejukkan. Keikhlasan berbagi kebaikan mendatangkan ketenangan hidup bersama.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....