Kesbangpol Belu Libatkan Tokoh Agama dan Pemuda Perkuat Ketahanan Sosial
- 30 Agt 2026 06:52 WIB
- Atambua
RRI. CO. ID, Atambua - Kesbangpol Belu mendorong keterlibatan masyarakat dalam memperkuat ketahanan sosial menghadapi korupsi, perjudian, serta penyalahgunaan narkoba. Pendekatan kolaboratif dinilai penting karena pencegahan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan aparat keamanan setempat.
Kepala Badan Kesbangpol Belu Apolinaris Manek Susar S.Sos mengatakan pemerintah membangun koordinasi dengan berbagai elemen masyarakat melalui sejumlah forum. Forum tersebut melibatkan tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, pemerintah desa, kelurahan, serta kecamatan dalam pencegahan berbagai persoalan sosial.
| Baca juga: Normalisasi Maksiat Mengancam Masyarakat |
“Kalau ada hal-hal yang berindikasi seperti itu, kita koordinasikan dengan pihak pemerintah kelurahan, kecamatan, dan desa,” kata Apolonaris kepada RRI Atambua, Kamis, 26 Agustus 2026. Menurutnya, koordinasi tersebut menjadi bagian penting dalam mendeteksi persoalan sekaligus melakukan pencegahan sejak dini di lingkungan masyarakat.
Kesbangpol juga menggandeng Forum Kerukunan Umat Beragama untuk memperkuat peran tokoh agama dalam membangun kesadaran masyarakat, dan menjadi ruang bersama mempertemukan tokoh masyarakat dan pemuda dalam memperkuat persatuan daerah.
| Baca juga: Pilar Kebangsaan untuk Kehidupan Beragama |
Keterlibatan masyarakat dinilai penting karena perjudian dan narkoba dapat memberikan dampak terhadap kehidupan keluarga serta perkembangan generasi muda. Karena itu, edukasi dan sosialisasi terus dilakukan Kesbangpol sebagai bagian dari tugas pokok serta fungsi kelembagaan.
Apolonaris mengatakan sosialisasi langsung mengenai bahaya perjudian dan narkoba tetap dilaksanakan meskipun terdapat berbagai keterbatasan. “Tetap kita laksanakan kegiatan kita sebagai bagian dari tugas pokok dan fungsi Badan Kesbangpol,” ujarnya.
Ia berharap keterlibatan berbagai unsur masyarakat dapat memperkuat kewaspadaan terhadap persoalan yang mengancam ketahanan sosial daerah. Kolaborasi pemerintah, tokoh agama, masyarakat, dan pemuda diharapkan mampu membangun lingkungan yang lebih aman bersama.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....