Perjuangan IMA Indonesia Demi Keadilan Gender Perempuan Adat

  • 11 Agt 2026 19:52 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua - Keadilan gender di tepian Nusantara merupakan misi utama yang diperjuangkan oleh Lembaga Inisiasi Masyarakat Adat (IMA) Indonesia. Hal dilakukan melalui strategi advokasi inklusif guna melindungi hak-hak perempuan adat di wilayah terluar dan terpencil.

Aktivis hak asasi manusia juga Direktur Eksekutif Inisiasi IMA - Indonesia Nukila Evanty kepada rri.co.id, Senin 10 Agustus 2026, mengatakan, pihaknya berfokus mengatasi pemiskinan struktural. "Eksploitasi serta kekerasan berbasis gender yang kerap menimpa komunitas adat di daerah pesisir, pulau terluar serta komunitas maritim Nusantara."

Nukila Evanty, menekankan pentingnya advokasi inklusif. "Tepatnya memberdayakan perempuan adat sebagai pengelola sumber daya dan subjek perlindungan hak di wilayah perbatasan Indonesia."

"Melalui strategi pemetaan partisipatif dan pendekatan dialog budaya, IMA fokus pada penguatan kapasitas perempuan dalam menghadapi tantangan hukum adat patriarki serta kerentanan perdagangan orang (TPPO) di wilayah terluar," ujarnya.

Ia menekankan strategi advokasi inklusif di wilayah terpencil, yang fokus pada penguatan kapasitas kepemimpinan perempuan adat sebagai pengelola sumber daya dan subjek perlindungan hak.

"Pendekatan ini mengintegrasikan penguatan kapasitas paralegal, revitalisasi nilai adat yang menghormati perempuan. Dan dialog budaya untuk mengatasi tumpang tindih hukum adat serta kerentanan perdagangan orang," ucapnya.

Isu utama dari wilayah terpencil bagi perempuan adat Nusantara, kata Nukila, mulai dari pendidikan yang belum merata. Kerja domestik perempuan yang tidak dihargai, risiko keselamatan akibat cuaca ekstrem, hingga hilangnya mata pencaharian akibat erosi pantai.

Ditambah lagi, keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan dan air bersih membuat ruang aman bagi mereka sangat minim. "Masalah krusial yang dialami perempuan adat di wilayah terpencil agar mendapat perhatian,perlindungan dan tindakan nyata dari berbagai pihak terkait," tutur Nukila diakhir perbincangan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....