Pentingnya Muhasabah di Waktu Lapang
- 31 Jul 2026 07:53 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Atambua - Evaluasi diri atau muhasabah hendaknya dilakukan di waktu lapang tanpa menunggu datangnya musibah. Pesan tersebut disampaikan Penyuluh Agama Islam Kemenag Timor Tengah Utara (TTU), Fajriah Aminah Ali, dalam acara Renungan Religi Pro 2 Radio Republik Indonesia (RRI) Atambua.
Fajriah menekankan pentingnya melakukan evaluasi diri secara rutin. Ia mengajak pendengar untuk sejenak merenungi keadaan hati di tengah kesibukan harian.
Ia menyoroti fenomena masyarakat yang sering kali baru mendadak taat saat bencana melanda. "Musibah sejatinya adalah alarm dari Allah agar kita kembali ke jalan-Nya," ujarnya, pekan lalu.
Namun, ia mempertanyakan kebiasaan manusia yang harus menunggu teguran dosa lewat rasa sakit. Menurutnya, Islam mengajarkan umatnya untuk senantiasa mengoreksi diri setiap saat di waktu sehat.
Fajriah mengutip wasiat terkenal dari Khalifah Umar bin Khattab tentang pentingnya menilai diri sendiri. "Hisablah diri kalian sebelum kalian dihisab," ucap Fajriah mengutip pesan sahabat Nabi tersebut.
Ia menjelaskan tiga alasan utama mengapa muhasabah tidak boleh ditunda hingga musibah datang. Alasan tersebut meliputi risiko penyesalan terlambat, potensi hati mengeras, serta penurunan kualitas tobat.
Menumpuk dosa tanpa muhasabah harian dapat membuat hati tertutup oleh berbagai noda hitam. "Ketika hati sudah mengeras, musibah dahsyat tidak akan mempan menyadarkan kita,"kata Fajriah.
Ia menyebut Surah Al-Hasyr ayat 18 mengenai perintah bertakwa dan memperhatikan amal. Ayat tersebut menegaskan kewajiban harian setiap jiwa untuk selalu mengoreksi perbuatannya demi masa depan.
Guna membiasakan muhasabah harian, Fajriah membagikan tiga langkah praktis yang dapat diterapkan masyarakat. Langkah-langkah tersebut meliputi evaluasi ibadah sebelum tidur, menghitung kemaksiatan lisan, serta mensyukuri nikmat.
Masyarakat diimbau untuk tidak menjadikan muhasabah sekadar obat darurat saat tertimpa masalah saja. "Jadikanlah muhasabah sebagai makanan pokok bagi jiwa kita setiap hari," ujar Fajriah berpesan.
Mengakhiri ceramahnya, ia mengingatkan hadis Rasulullah tentang pentingnya mengenali Allah di waktu lapang. Dengan demikian, sebutnya, Allah akan senantiasa mengenali dan mengingat hamba-Nya di saat menghadapi kesulitan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....