Renungan Islam: Menggantungkan Harapan Hanya kepada Allah

  • 17 Mei 2026 22:12 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua - Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten TTU, Fajriah Aminah Ali menyampaikan sebuah renungan mengenai hakikat kehidupan manusia. Kehidupan di dunia ini diakui tidak selalu berjalan mulus sesuai dengan apa yang kita impikan.

" Ada kalanya manusia merasakan kebahagiaan yang luar biasa dalam menjalani hari-harinya," ujarnya, Jumat, 15 Mei 2026. "Namun, ujian berupa kesedihan dan kekecewaan sering kali datang menyapa tanpa diduga."

Fajriah mengatakan manusia yang sangat kita percayai terkadang justru menjadi pihak yang memberi rasa kecewa. Bahkan, tempat kita berharap sering kali meninggalkan kita sendirian dalam keterpurukan.

Ia menilai kenyataan pahit ini mengajarkan satu hal penting mengenai keterbatasan seluruh makhluk ciptaan-Nya. "Kita harus menyadari bahwa hanya Allah tempat bersandar yang tidak pernah terbatas," ucapnya dalam acara Renungan Religi Pro 2 RRI Atambua itu.

Fajriah mengutip dalil dari Al-Quran Surat Al-Ahzab ayat 3 tentang hakikat hidup manusia tersebut. "Dan bertawakallah kepada Allah, dan cukuplah Allah sebagai pemelihara," ujarnya menyebut ayat tersebut.

Ia pun mengingatkan agar kita tidak sibuk mencari sandaran duniawi. Harta, jabatan, serta kekuasaan adalah hal fana yang bisa hilang kapan saja.

" Seorang mukmin sejati dituntut memiliki keyakinan kuat dalam menghadapi setiap dinamika hidup," ucapnya. "Kita harus menjadikan Allah subhanahu wa ta'ala sebagai satu-satunya tempat bersandar sejati."

Konsep tawakal, menurutnya yang benar bukanlah menyerah pasrah tanpa melakukan usaha yang maksimal. Tawakal berarti bekerja keras lalu menyerahkan seluruh hasil akhirnya kepada keputusan terbaik Allah.

" Nabi Muhammad SAW telah memberi teladan nyata saat menghadapi hinaan selama berdakwah," kata Fajriah. "Beliau tidak pernah berputus asa karena yakin pertolongan Allah pasti akan datang."

Ia berpesan, ketika ekonomi sulit dan hati dirundung kesedihan, kembalikanlah semuanya kepada sang Pencipta. Tidak ada air mata yang jatuh tanpa diketahui oleh Allah.

" Ujian hidup yang datang silih berganti sejatinya hadir untuk menguatkan iman kita," ucapnya. "Allah rindu mendengar hamba-Nya kembali bersujud dan berdoa dengan sungguh-sungguh kepada-Nya."

Fajriah kembali mengutip Al-Quran Surat Al-Insyirah ayat 6 yang mengajarkan untuk selalu optimis melihat masa depan cerah. "Tugas manusia adalah tetap bersabar, terus berusaha, dan selalu yakin pada pertolongan-Nya," ujarnya.

Sebagai penutup, Fajriah mengajak umat Muslim untuk selalu menjaga hati mereka. Menjadikan Allah sebagai tempat kembali, baik saat susah maupun bahagia.

"Kedekatan kepada-Nya dapat dibangun melalui ibadah shalat, zikir, dan membaca kitab suci Al-Quran," ucapnya. "Datanglah kepada Allah saat lelah karena Dialah tempat bersandar yang paling sempurna."

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....