Renungan Islam: Menata Hati Menjadi Lebih Baik

  • 25 Mei 2026 07:44 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua - Manusia sering kali terlalu sibuk menghabiskan waktu memperbaiki penampilan lahiriah demi mengejar kebahagiaan urusan duniawi yang bersifat sementara. Padahal baik buruknya perilaku seseorang di hadapan Sang Pencipta sebenarnya sangat ditentukan oleh kondisi kebersihan hati mereka masing-masing.

Seperti diungkapkan Penyuluh Agama Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten TTU, Nur Erma pada Kamis, 21 Mei 2026 pagi. Dalam program Renungan Religi Pro 2 RRI Atambua, ia membawakan tausiah berjudul "Menata Hati Menjadi Lebih Baik".

"Rasulullah bersabda bahwa dalam tubuh manusia terdapat segumpal daging yang menjadi penentu kebaikan bagi seluruh anggota badan," ujar Nur Erma. "Jika segumpal daging tersebut dalam keadaan rusak maka akan menjadi rusak pulalah seluruh jasad manusia secara keseluruhan."

Ia menyebut, hati yang bersih akan melahirkan ucapan mulia serta mendatangkan ketenangan jiwa luar biasa bagi setiap orang. Sebaliknya, hati yang dipenuhi rasa iri dengki justru akan membuat jalan kehidupan kita terasa semakin sempit penuh kegelisahan.

"Salah satu cara terbaik menata hati adalah dengan selalu berusaha mengingat Allah melalui untaian zikir yang diamalkan istiqamah," kata Nur Erma. "Ketenangan sejati tidak akan pernah bisa didapatkan dari kemewahan dunia melainkan dari kedekatan yang erat kepada Sang Khalik."

Umat Islam diingatkan olehnya untuk belajar ikhlas menerima segala ketentuan yang telah ditetapkan oleh Allah. Menurutnya, bisa jadi sesuatu yang kita benci sebenarnya menyimpan kebaikan sangat besar menurut pandangan Allah Yang Maha Mengetahui.

Selain keikhlasan, kata Nur Erma, menata hati memerlukan kerelaan saling memaafkan kesalahan sesama manusia dengan penuh ketulusan jiwa. "Jangan biarkan api kebencian menetap dalam dada, dendam hanya akan menjauhkan diri kita dari rasa kebahagiaan sejati," ucapnya.

Ia pun mengajak umat membersihkan hati dengan memperbanyak sifat sabar serta selalu berbaik sangka kepada ketetapan Allah Subhanahu Wa Taala (SWT). "Semoga kita semua digolongkan sebagai hamba yang istiqamah dalam memperbaiki hati demi meraih rida Allah di akhirat," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....