Renungan Islam: Dua Dosa Besar yang Berbahaya bagi Umat
- 17 Mei 2026 23:26 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Atambua - Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten TTU, Cicik, S.Pd menyampaikan tausiah tentang dua dosa besar yang berbahaya bagi umat. Ia mengajak seluruh umat Muslim meningkatkan ketakwaan demi keselamatan dunia sekaligus akhirat.
Hal itu disampaikan dalam acara Renungan Religi Pro 2 RRI Atambua pada Kamis, 14 Mei 2026. Dua dosa dimaksud adalah perbuatan zina dan juga mengonsumsi minuman keras atau khamar.
Cicik menegaskan bahwa kedua maksiat ini mampu menghancurkan tatanan moral sosial. Pelaku yang terjerumus di dalamnya akan merusak masa depan diri sendiri dan keluarga.
Ia pun menyampaikam dalil tentang perbuatan dosa tersebut sesuai Al-Quran Surat Al-Isra ayat 32. "Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji," ujarnya mengutip ayat tersebut.
" Larangan mendekati zina berarti umat Islam wajib menutup rapat semua pintu pergaulan bebas," katanya. "Menjaga pandangan mata dan membatasi interaksi non-mahram menjadi benteng utama yang sangat penting."
Penyuluh Cicik juga membacakan dalil mengenai keharusan menjauhi khamar. Minuman keras disebut sebagai perbuatan keji yang termasuk dalam tipu daya setan.
" Rasulullah SAW bersabda bahwa khamar merupakan induk utama dari segala bentuk keburukan dunia," ucapnya. "Akal sehat manusia akan rusak dan kontrol diri hilang setelah meminum barang haram tersebut."
Kondisi akhir zaman disebut Cicik, menunjukkan realita memprihatinkan di mana maksiat dianggap sebagai gaya hidup. Fenomena perzinaan kini mulai dipromosikan secara terbuka di tengah kehidupan modern masyarakat.
Dirinya pun membagikan lima langkah strategis guna membentengi diri dari pengaruh buruk lingkungan. Langkah pertama adalah menjaga pandangan serta membatasi pergaulan agar terhindar dari godaan setan.
Masyarakat juga diimbau untuk menjauhi lingkungan maksiat yang dapat memengaruhi perilaku sehari-hari. Memperkuat iman melalui ibadah shalat dan zikir menjadi benteng pertahanan yang sangat kokoh.
" Pendidikan nilai agama harus ditanamkan sejak dini kepada anak-anak di dalam lingkungan keluarga.," kata Cicik. "Jika telanjur terjatuh dalam dosa, segeralah mengetuk pintu taubat kepada Allah yang Maha Pengampun."
Di akhir, Cicik mengingatkan agar kita tidak pernah meremehkan sekecil apa pun dosa. "Penyesalan yang tulus akan menghapus dosa besar, sedangkan meremehkan dosa kecil bisa menghancurkan iman," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....