FTBM NTT Tekankan Darurat Literasi Pelajar dan Mahasiswa
- 21 Sep 2025 19:21 WIB
- Ende
KBRN, Ende: Forum Taman Bacaan Masyarakat (FTBM) NTT menyoroti darurat literasi pelajar dan mahasiswa akibat rendahnya minat baca di daerah. Kondisi ini menunjukkan pentingnya intervensi nyata dari sekolah, kampus, orang tua, dan pemerintah.
Ketua FTBM NTT, Polikarpus Do, menyebut data menunjukkan tingkat literasi pelajar dan mahasiswa masih jauh dari target nasional. Kabupaten Ngada mencatat capaian tertinggi sekitar 60 persen, sedangkan Sumba Barat Daya hanya 15 persen.
Menurut Polikarpus, salah satu penyebab utama rendahnya literasi adalah lost learning selama pandemi COVID-19. “Anak-anak yang kehilangan pembelajaran sejak SD hingga SMA kini membawa dampaknya ke perguruan tinggi,” ujar Polikarpus dalam siaran Florata Pagi, Sabtu (20/09/2025).
Selain itu, perkembangan teknologi tanpa pendampingan keluarga membuat anak-anak lebih sibuk dengan gawai daripada membaca. “Jika tidak ada aturan jam belajar dan kesepakatan keluarga, generasi kita akan kehilangan masa depan,” ucapnya.
Polikarpus menilai peran guru dan kepala sekolah sangat penting dalam membangun budaya literasi di sekolah. “Perpustakaan harus ditempatkan di posisi strategis agar mudah diakses siswa maupun orang tua,” kata Polikarpus.
Ia juga menegaskan pentingnya peran dosen di perguruan tinggi untuk mendorong mahasiswa rajin membaca. Menurutnya, membaca buku seharusnya menjadi rujukan utama dalam perkuliahan, bukan hanya mencari jawaban singkat di internet.
Sebagai langkah nyata, FTBM NTT menjalankan program pendampingan literasi di sekolah, kampus, serta komunitas. “Gerakan Sejuta Buku kami galakkan untuk memenuhi kebutuhan bacaan bermutu di berbagai daerah,” ujar Polikarpus.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....