Kemenkum Lampung Dorong Digitalisasi Pengelolaan Barang Milik Negara
- 30 Sep 2026 14:09 WIB
- Waykanan
RRI.CO.ID, Bandar Lampung - Kantor Wilayah Kementerian Hukum Lampung menyosialisasikan pemanfaatan Barang Milik Negara (BMN) sekaligus memperkenalkan aplikasi SATRIA BMN kepada perwakilan BPKAD/BKAD kabupaten dan kota se-Provinsi Lampung. Sosialisasi dilakukan untuk memperkuat pemahaman pemerintah daerah dalam pengelolaan dan pemanfaatan aset negara di wilayah Lampung.
Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum Kanwil Kemenkum Lampung, Sari Mesfriati, mengatakan Kanwil Kemenkum Lampung saat ini mengelola 13 objek aset tanah bersertifikat yang tersebar di sejumlah wilayah Lampung. Sebagian aset tersebut merupakan bekas Bangunan Tempat Sidang atau Zitting Plaat.
Menurut Sari, koordinasi dengan pemerintah daerah diperlukan untuk mendukung pemetaan, pengamanan dan pengawasan aset BMN. Langkah tersebut juga penting untuk mengoptimalkan pemanfaatan aset yang berada di wilayah kabupaten dan kota.
Pengelolaan BMN masih menghadapi sejumlah tantangan, di antaranya pencatatan aset yang belum sepenuhnya terintegrasi dan keterbatasan anggaran untuk monitoring fisik secara berkala. Selain itu, terdapat risiko penyalahgunaan, alih fungsi tanpa izin hingga potensi kehilangan aset negara.
“Pemanfaatan BMN dapat dilakukan melalui sejumlah skema sesuai ketentuan seperti sewa, pinjam pakai, Kerja Sama Pemanfaatan, Bangun Guna Serah atau Bangun Serah Guna, serta Kerja Sama Penyediaan Infrastruktur,” katanya, Rabu, 30 September 2026.
Dalam sosialisasi tersebut, Sari juga memperkenalkan aplikasi SATRIA BMN atau Sistem Informasi Tata Kelola dan Administrasi Pemanfaatan BMN. Aplikasi tersebut dikembangkan untuk mendukung pengelolaan, penatausahaan, pengamanan dan pemantauan pemanfaatan BMN secara digital.
Ia menambahkan, pengembangan SATRIA BMN saat ini diprioritaskan untuk skema sewa melalui katalog BMN dan formulir pengajuan digital. Pemohon dapat memilih objek berdasarkan lokasi atau jenis barang, mengisi data serta mengunggah dokumen pendukung sebelum permohonan diverifikasi oleh Kanwil.
Dirinya berharap pemanfaatan SATRIA BMN dapat meningkatkan transparansi dan efisiensi pengelolaan aset negara. Digitalisasi tersebut juga diharapkan mempercepat proses pemanfaatan BMN sekaligus mendukung optimalisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....