BI Lampung Dorong Hilirisasi Kopi dan Wastra di Siger Fest

  • 18 Sep 2026 20:23 WIB
  •  Waykanan

RRI.CO.ID, Bandar Lampung - Bank Indonesia Provinsi Lampung mendorong penguatan hilirisasi komoditas kopi dan wastra sebagai bagian dari upaya meningkatkan nilai tambah ekonomi daerah. Dorongan tersebut dikemas melalui Lampung Begawi x SIGER FEST 2026 yang berlangsung 18-20 September 2026 di Bandar Lampung.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Bimo Epyanto, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya diarahkan sebagai pameran tahunan. Menurutnya, Lampung Begawi menjadi ruang untuk mempertemukan pelaku usaha, masyarakat, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan dalam mengembangkan potensi ekonomi daerah.

"Lampung Begawi menjadi momentum untuk memperkuat hilirisasi dan digitalisasi, sehingga produk lokal Lampung memiliki nilai tambah dan daya saing yang lebih kuat," ujar Bimo Epyanto.

Dka menjelaskan, kopi dan wastra dipilih karena memiliki potensi ekonomi sekaligus karakter khas Lampung. Kopi Lampung didominasi jenis robusta, sementara wastra memiliki nilai budaya melalui motif, cerita, teknik pembuatan, dan proses pengerjaan secara handmade.

Menurut Bimo, penguatan hilirisasi diperlukan agar komoditas tidak berhenti pada produk bahan mentah. Pengembangan produk olahan, desain, pemasaran, dan pemanfaatan teknologi digital diharapkan dapat memperluas akses pasar pelaku UMKM.

"Kita ingin mendorong produk lokal tidak hanya dipasarkan dalam bentuk bahan dasar, tetapi dikembangkan sehingga memiliki nilai tambah dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas," katanya.

Lampung Begawi x SIGER FEST 2026 menghadirkan tiga ruang utama, yakni Lamban Kupi, Lamban Wastra, serta kegiatan digitalisasi dan pelindungan konsumen. Rangkaian kegiatan meliputi kompetisi kopi, workshop wastra, fashion show, pameran UMKM, talkshow, serta edukasi transaksi digital.

Bimo mengatakan kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat ekonomi kerakyatan yang inklusif dan berdaya saing. Masyarakat dapat mengikuti berbagai kegiatan secara terbuka, sementara pelaku UMKM mendapatkan ruang untuk memperkenalkan produk dan memperluas jejaring pasar.

Selain hilirisasi, Bank Indonesia juga mendorong digitalisasi transaksi dan peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pelindungan konsumen. Upaya tersebut dinilai penting agar perkembangan ekonomi digital diikuti dengan penggunaan layanan keuangan secara aman dan bijak.

"Digitalisasi bukan sekadar soal fasih menggunakan teknologi keuangan, tetapi juga bagaimana masyarakat bertransaksi dengan aman dan terlindungi," ujar Bimo.

Melalui Lampung Begawi x SIGER FEST 2026, Bank Indonesia menargetkan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap produk lokal, perluasan akses pasar UMKM kopi dan wastra, serta peningkatan kualitas dan daya saing produk. Sinergi dengan pemerintah, pelaku usaha, penyelenggara jasa pembayaran, dan mitra strategis juga diharapkan memperkuat ekosistem ekonomi Lampung yang berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....