Pemkab Way Kanan Perkuat Perlindungan Anak di Era Digital
- 17 Sep 2026 15:58 WIB
- Waykanan
RRI.CO.ID, Way Kanan - Perkembangan teknologi dan tingginya penggunaan media sosial dinilai membuka celah baru bagi kejahatan yang menyasar anak. Mulai dari perundungan siber (cyberbullying), penipuan, eksploitasi seksual, hingga penyebaran konten tidak pantas.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3APPKB) Kabupaten Way Kanan, Andi Oktoviandi.
Menurut Andi, tingginya keterlibatan anak dalam aktivitas digital juga berimplikasi pada meningkatnya anak yang berhadapan dengan hukum, baik sebagai korban maupun sebagai pelaku.
"Kondisi ini membutuhkan penanganan yang tidak hanya bersifat represif, tapi juga mengedepankan pencegahan dan pemulihan," ujar Andi Oktoviandi, Kamis, 17 September 2026.
Dia menyatakan perlindungan anak di era digital tidak bisa dibebankan pada satu pihak saja. Diperlukan sinergi lintas sektor antara Dinas P3APPKB, Dinas Pendidikan, Kepolisian, pihak sekolah, keluarga, masyarakat, serta lembaga terkait.
Langkah konkret yang perlu diperkuat, kata dia, meliputi literasi digital, pengawasan penggunaan gawai, mekanisme pengaduan yang mudah diakses, serta respon cepat ketika ditemukan kasus yang melibatkan anak.
"Melalui layanan terpadu dan respon cepat, kami memastikan anak terlindungi di ruang digital. Korban harus mendapatkan layanan dan pemulihan, sedangkan anak yang terlibat sebagai pelaku tetap diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku," jelasnya.
Upaya tersebut juga disinergikan bersama Lentera Anak Way Kanan. Andi menegaskan, perlindungan anak di era digital adalah tanggung jawab bersama.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Way Kanan, Yusron Luthfi, menyebut kejahatan digital bisa dilakukan oleh siapa saja, namun kelompok usia muda menjadi yang paling rentan.
"Kejahatan digital itu memang bisa dilakukan oleh siapa saja, tapi lebih rentan itu terhadap usia muda. Mereka kadang-kadang tidak mempertimbangkan aspek-aspek negatif dari apa yang mereka tulis, apa yang mereka ucapkan di media," kata Yusron.
Untuk itu, Diskominfo Way Kanan terus melakukan sosialisasi dan literasi digital dengan menggandeng sekolah-sekolah terkait penggunaan aplikasi dan jejaring digital secara bijak dan aman, Namun demikian, ia menekankan peran paling krusial tetap berada di lingkungan terdekat anak.
"Semuanya itu juga berperan langsung di tingkat para pendidik, terutama orang tua. Karena merekalah yang sebenarnya menjadi penghubung langsung terhadap penyampaian interaktif literasi digital kepada anak-anak," katanya, mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....