Kemarau Panjang Tekan Hasil Tani di Kampung Sriwijaya
- 17 Sep 2026 15:22 WIB
- Waykanan
RRI.CO.ID, Way Kanan: Kemarau panjang mulai berdampak terhadap hasil pertanian warga Kampung Sriwijaya, Kabupaten Way Kanan. Kondisi tersebut terutama dirasakan petani karet dan padi yang mengalami penurunan hasil produksi.
Kepala Kampung Sriwijaya, Antoni Nasir, mengatakan kebutuhan air bersih masyarakat masih dapat terpenuhi. Ketersediaan air didukung sejumlah sumur bor yang tersebar di wilayah kampung.
“Kalau untuk kebutuhan masyarakat masih bisa ditanggulangi dari sumur bor yang ada,” ujar Antoni Nasir, Rabu, 16 September 2026.
Antoni menjelaskan, pemerintah kampung sebelumnya telah menganggarkan pembangunan beberapa titik sumur bor melalui ADD. Selain itu, terdapat tambahan delapan titik sumur bor dari program TMD.
Menurutnya, keberadaan sumur bor membantu memenuhi kebutuhan air masyarakat di tiga dusun dan delapan RT. Hingga kini, pemerintah kampung belum menerima keluhan terkait kekurangan air untuk kebutuhan sehari-hari.
Namun, dampak kemarau paling terasa pada sektor pertanian dan pendapatan masyarakat. Penurunan hasil produksi membuat pendapatan petani ikut berkurang.
“Dampaknya ke penghasilan petani, seperti karet, hasilnya berkurang jauh,” kata Antoni.
Ia menjelaskan tanaman padi dan komoditas pertanian lainnya juga ikut terdampak kondisi kemarau panjang. Penurunan hasil tersebut menjadi perhatian karena sektor pertanian menjadi salah satu sumber penghasilan warga.
Antoni berharap kondisi kemarau tidak berlangsung lebih lama. Pemerintah kampung terus memantau ketersediaan air agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....