BPBD Way Kanan Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Karhutla dan Kekeringan

  • 19 Agt 2026 15:08 WIB
  •  Waykanan

RRI.CO.ID, Way Kanan – Berdasarkan informasi BMKG, beberapa titik panas atau hotspot terpantau di lima kecamatan di Kabupaten Way Kanan. Titik panas tersebut tersebar di Kecamatan Negeri Agung tujuh titik, serta Negeri Besar, Pakuan Ratu, Way Tuba, dan Blambangan Umpu masing-masing dua titik.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Way Kanan, Sufrianto. Ia mengatakan wilayah tersebut termasuk daerah yang rentan mengalami kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), sehingga perlu diantisipasi mengingat saat ini memasuki periode kemarau panjang.

Dia menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Way Kanan telah berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi karhutla. Koordinasi dilakukan bersama camat, TNI, Polri, hingga pihak perusahaan yang berada di wilayah rawan.

Dirinya menyebut, langkah pencegahan juga dilakukan melalui edukasi kepada masyarakat. Warga diimbau tidak membakar sampah sembarangan dan tidak melakukan pembakaran lahan yang berpotensi memicu kebakaran.

“Kami telah memberikan edukasi kepada masyarakat untuk tidak membakar sampah sembarangan serta tidak membakar lahan,” ujarnya, Rabu, 19 Agustus 2026.

Selain melakukan pencegahan, lanjut Sufrianto, pemerintah daerah telah menyiapkan sarana dan prasarana untuk menghadapi kekeringan dan karhutla. Fasilitas yang disiapkan antara lain mobil tangki air, kendaraan pemadam, serta relawan tanggap bencana.

“BPBD Way Kanan juga terus melakukan pemantauan terhadap wilayah yang terindikasi rawan kebakaran guna mempercepat penanganan apabila ditemukan titik api dan mencegah kebakaran meluas,” katanya.

Sufrianto menambahkan, Pemerintah Kabupaten Way Kanan telah menerbitkan surat edaran bupati sebagai bagian dari langkah kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana. Surat edaran tersebut menjadi pedoman bagi seluruh pihak dalam melakukan pencegahan dan penanganan kekeringan serta karhutla.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....