Dandim Way Kanan Tekankan Kesiapsiagaan Hadapi Karhutla

  • 26 Agt 2026 13:43 WIB
  •  Waykanan

RRI.CO.ID, Way Kanan – Pemerintah Kabupaten Way Kanan memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta dampak kekeringan selama musim kemarau.

Upaya tersebut dilakukan melalui rapat koordinasi kesiapsiagaan karhutla dan kekeringan yang digelar di Ruang Rapat Utama Pemda Way Kanan, Rabu, 26 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Komandan Kodim 0427/Way Kanan Letkol Arm Sigit Windarto bersama unsur terkait lainnya.

Dandim 0427/Way Kanan Letkol Arm Sigit Windarto mengatakan, penanganan karhutla dan kekeringan membutuhkan kesiapan sejak dini serta koordinasi yang kuat antar instansi.

Menurutnya, upaya penanganan tidak boleh baru dilakukan setelah bencana terjadi. Pemantauan dan pencegahan harus dilakukan secara berkelanjutan untuk mengurangi risiko.

“Kesiapsiagaan harus kita bangun sejak awal, bukan hanya ketika bencana sudah terjadi. Dibutuhkan sinergi dan komunikasi yang baik antara pemerintah daerah, TNI, Polri, BPBD, perangkat wilayah, serta seluruh unsur terkait agar setiap potensi kejadian dapat diantisipasi dan ditangani dengan cepat,” ujar Sigit.

Dia menambahkan, pencegahan perlu menjadi prioritas, terutama melalui pemantauan wilayah yang rawan kebakaran, peningkatan kewaspadaan masyarakat, serta respons cepat ketika ditemukan titik api maupun wilayah yang mulai terdampak kekeringan.

Dandim juga mengajak seluruh pihak meningkatkan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya pembakaran lahan secara sembarangan. Menurutnya, masyarakat memiliki peran penting dalam mencegah terjadinya karhutla karena pencegahan merupakan tanggung jawab bersama.

“Kita berharap melalui rapat koordinasi ini dapat terbangun langkah-langkah yang konkret dan terpadu. Dengan kesiapan personel, sarana prasarana, serta koordinasi yang baik, kita dapat meminimalkan risiko karhutla maupun dampak kekeringan di wilayah Way Kanan,” jelasnya.

Selain kesiapan personel, ketersediaan sarana dan prasarana penanganan juga perlu dipastikan. Koordinasi antarlembaga dinilai penting agar apabila terjadi kebakaran atau dampak kekeringan, penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.

Sigit berharap sinergi yang telah terbangun antara pemerintah daerah, TNI, Polri, BPBD, dan unsur terkait lainnya dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan.

Pemantauan wilayah juga diharapkan dilakukan secara aktif, terutama di lokasi yang memiliki potensi tinggi mengalami kebakaran lahan maupun kekeringan.

“Harapan kami, seluruh unsur terkait tetap solid dan aktif melakukan pemantauan serta pencegahan di wilayah masing-masing. Yang paling utama adalah bagaimana kita bersama-sama menjaga masyarakat, lingkungan, dan wilayah Way Kanan agar tetap aman selama menghadapi kondisi kemarau,” katanya, mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....