Karantina Lampung Ingatkan Ancaman Perdagangan Satwa Liar

  • 17 Jun 2026 11:52 WIB
  •  Waykanan

RRI.CO.ID, Bandarlampung – Karantina Lampung mengingatkan pentingnya pengawasan lalu lintas hewan, ikan, dan tumbuhan untuk mencegah penyebaran hama serta penyakit yang dapat mengancam kesehatan dan lingkungan. Upaya tersebut juga menjadi bagian dari perlindungan keanekaragaman hayati dari praktik perdagangan satwa liar ilegal.

Kepala Karantina Lampung, Donni Muksydayan, mengatakan ketentuan karantina tidak hanya berkaitan dengan administrasi, tetapi merupakan sistem perlindungan untuk memastikan setiap lalu lintas hewan memenuhi persyaratan yang berlaku. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah risiko penyebaran penyakit antarhewan maupun kepada manusia.

Menurutnya, berdasarkan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan, Karantina juga memiliki fungsi pengawasan terhadap lalu lintas satwa liar dan langka. Pengawasan tersebut bertujuan mendukung upaya pelestarian keanekaragaman hayati di Indonesia.

Donni menilai banyaknya kasus penyelundupan satwa menunjukkan masih tingginya upaya pengiriman ilegal. Kondisi tersebut juga menjadi indikator bahwa tekanan terhadap populasi satwa liar di habitat alaminya masih terus terjadi.

“Temuan jenis yang dilindungi dalam pengiriman ini menjadi pengingat bahwa perdagangan satwa liar masih perlu menjadi perhatian serius. Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang sangat tinggi dan harus kita jaga keberlanjutannya,” ujarnya, Rabu, 17 Juni 2026.

Dia menjelaskan burung dan satwa liar lainnya memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Mulai dari membantu penyebaran biji, penyerbukan tanaman, hingga menjaga rantai makanan agar tetap berjalan secara alami.

Dirinya berharap masyarakat tidak membeli satwa hasil tangkapan alam dan berani melaporkan setiap dugaan pelanggaran yang ditemukan. "Partisipasi masyarakat menjadi kunci untuk memutus rantai perdagangan satwa liar ilegal sekaligus menjaga kelestarian lingkungan bagi generasi mendatang," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....