Badan Karantina Indonesia Dorong Ekspor Tapioka Lampung
- 05 Mei 2026 16:15 WIB
- Waykanan
RRI.CO.ID, Bandarlampung - Badan Karantina Indonesia (Barantin) mendorong ekspor tapioka asal Lampung hingga menembus pasar Tiongkok senilai Rp26 miliar. Sebanyak 3.330 ton tapioka berhasil dikirim sebagai bagian dari akselerasi perdagangan komoditas daerah.
Ekspor tersebut merupakan hasil kolaborasi Karantina Lampung dengan pemerintah daerah dan instansi terkait. Sinergi ini memperkuat posisi tapioka sebagai komoditas unggulan Lampung di pasar global.
Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, mengatakan momentum ekspor harus dimanfaatkan untuk memperbaiki tata niaga singkong. Ia menekankan pentingnya menjaga stabilitas harga dan kepastian pasar bagi petani.
“Semakin petani makmur maka industri akan semakin didorong untuk tumbuh,” ujar Rahmat Mirzani Djausal. Dia mengajak seluruh pihak menjaga ekosistem singkong dan tapioka tetap inklusif.
Data Karantina Lampung mencatat, pada 2025 ekspor tapioka mencapai 22,4 ribu ton ke berbagai negara. Negara tujuan meliputi Tiongkok, Selandia Baru, Filipina, dan Taiwan.
Sementara pada triwulan pertama 2026, sekitar seribu ton tapioka telah dikirim ke Malaysia dan Selandia Baru. Capaian ini menunjukkan tingginya permintaan global terhadap produk Lampung.
Plt Deputi Bidang Karantina Tumbuhan, Drama Panca Putra, menegaskan pentingnya sistem terintegrasi dari hulu hingga hilir. Karantina berperan menjamin mutu dan keamanan produk ekspor.
Ia menambahkan, kolaborasi lintas instansi turut mendukung kelancaran ekspor. Sinergi ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing serta kesejahteraan petani di masa mendatang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....